Dewan Pers

Dark/Light Mode

Survei Nasional Charta Politika Indonesia

Anies Unggul Di 4 Wilayah, Dari Sumatera Hingga Maluku Dan Papua

Kamis, 12 Agustus 2021 22:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Instagram)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta dalam Simulasi 10 Nama yang dirilis Charta Politika Indonesia pada Survei Nasional Evaluasi Kebijakan & Peta Politik Masa Pandemi Periode 12-20 Juli 2021, memang di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Anies hanya 17,8 persen. Sementara Ganjar 20,6 persen. Atau terpaut 2,8 persen.

Namun, berdasarkan wilayah, Anies unggul di 4 daerah. Yakni Sumatera (26 persen), DKI Jakarta dan Banten (35 persen), Kalimantan (26,2 persen), serta Maluku dan Papua (27,5 persen).

Berita Terkait : Pemilih PKB Terbelah, Sebagian Lirik Ganjar, Sebagian Naksir Anies

Sementara Ganjar, mendominasi pemilih di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (69,5 persen), Jawa Timur (17,4 persen), serta Bali, NTB dan NTT (28,3 persen).

Sedangkan Prabowo Subianto, berhasil merebut hati pemilih di Jawa Barat (27,6 persen) dan Sulawesi (25,9 persen).

Dalam survei ini, sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap Provinsi.

Berita Terkait : Kalau Sekarang Pileg, Yang Menang PDIP

Dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden, survei ini memiliki margin of error + 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah desa/kelurahan dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang di 120 desa/kelurahan yang tersebar di Indonesia.

Laporan survei kali ini juga menyajikan tren dari data hasil survei yang diperoleh pada riset lapangan periode 20-27 Februari 2020.

Berita Terkait : Elektabilitas Ganjar Tertinggi, Anies Dan Prabowo Beda Tipis, Puan Ranking 9

Serta data hasil survei menggunakan telepon yang dilakukan pada periode 1-8 Mei 2020, 6-13 Juni 2020, 6-12 Juli 2020, 26-29 Januari 2021, 24-28 Februari 2021, dan 20-24 Maret 2021 untuk melihat dinamika perubahan persepsi publik selama masa pandemi Covid-19. [HES]