Dark/Light Mode

PLN Ungkap Bahaya Main Layang-Layang Dekat Jaringan Listrik

Selasa, 17 Agustus 2021 22:11 WIB
Petugas PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bandung Barat – Gardu Induk Bandung Utara di Kabupaten Bandung Barat membersihkan sisa layang-layang yang tersangkut pada ruas penghantar SUTT Bandung Utara-Padalarang. (Dok. PLN)
Petugas PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bandung Barat – Gardu Induk Bandung Utara di Kabupaten Bandung Barat membersihkan sisa layang-layang yang tersangkut pada ruas penghantar SUTT Bandung Utara-Padalarang. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat yang berada di sekitar instalasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150.000 Volt dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500.000 Volt untuk tidak bermain layang-layang di sekitar instalasi PLN. 

Apalagi menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik. Pasalnya, apabila layang-layang berkawat tersebut menempel pada jaringan SUTT/SUTET, akan menyebabkan hubung singkat atau korsleting. Ini dapat membahayakan nyawa serta berakibat terganggunya pasokan listrik.

Baca juga : BCA Permudah Layanan Dengan CS Digital

Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan Covid 19, sentra vaksinasi, dan Produsen Oksigen yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi.

"Kami memahami juga hobi masyarakat dalam bermain layang-layang, meski demikian di himbau agar melakukan di tempat yang tepat serta tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan tenaga listrik, Sehingga tidak mengganggu kepentingan umum,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto WS.

Baca juga : PLN Jamin Keandalan Pasokan Listrik Di Blok Rokan Riau

PLN terus berupaya menekan gangguan pada sistem kelistrikan akibat layang-layang dengan sosialisasi berkala.

Tak hanya itu, tim PLN juga terjun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan jaringan transmisi dari berbagai gangguan, termasuk gangguan material dari layang-layang berkawat yang putus dan tersangkut pada jaringan listrik, kerap menimbulkan persoalan pada layanan kelistrikan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.