Dark/Light Mode

WHO: Situasi Bisa Makin Runyam, Varian Baru Yang Lebih Dahsyat Jadi Ancaman

Jumat, 16 Juli 2021 10:01 WIB
Warga Myanmar antre tabung oksigen. Ketidakpercayaan pada junta memperburuk situasi Covid-19 di negara tersebut. (Foto: AFP via Getty Images)
Warga Myanmar antre tabung oksigen. Ketidakpercayaan pada junta memperburuk situasi Covid-19 di negara tersebut. (Foto: AFP via Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat internasional, soal kemungkinan munculnya varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya, ketimbang yang ada sekarang.

Situasi tersebut dapat membuat penanganan pandemi Covid-19 makin runyam. Apalagi, faktanya dunia masih berjuang keras menghadapi ancaman varian Delta, yang begitu cepat menular.

"Tak ada satu pun wilayah yang hampir usai menangani pandemi," demikian pernyataan Komite Darurat WHO, seperti dikutip AFP, Kamis (15/7).

Baca juga : Ahmad Ali: Di Masa Pandemi, Budidaya Perikanan Jadi Sektor Andalan

Ketua Komite Darurat Didier Houssin mengungkap, tren saat ini sangat mengkhawatirkan.

"Ini adalah situasi dengan kewaspadaan tertinggi, setelah 1,5 tahun lalu WHO menyatakan pandemi Covid-19 sebagai situasi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC). Kita kejar-kejaran dengan virus," papar Didier Houssin.

Situasi pandemi global kini didominasi oleh penyebaran varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta yang menyebar lebih cepat.

Baca juga : Anis Matta : Kematian Dan Kemiskinan Jadi Ancaman Global

Didier Houssin mengingatkan, situasi yang lebih buruk bisa saja terjadi. Mengingat adanya potensi kemunculan berbagai varian baru, dengan risiko penularan yang lebih cepat dan sulit dikendalikan.

WHO menetapkan status varian dalam kategori patut mendapat perhatian atau variant of concern (VOC), apabila varian tersebut memiliki daya tular yang lebih cepat, lebih mematikan, atau memiliki potensi untuk meniadakan perlindungan vaksin.

"Pandemi yang menjadi tantangan global, menuntut kemampuan negara-negara dalam menavigasi tuntutan kesehatan, ekonomi, dan sosial dengan kondisi yang berbeda," imbuh komite tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.