Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Isi Kuliah Umum Dikreg Seskoal
Nuning Beberkan Pengaruh Medsos Pada Kinerja Prajurit
Rabu, 25 Agustus 2021 20:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati mengisi kuliah umum dalam Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) Angkatan ke-59 Tahun Ajaran 2021, di Jakarta, Rabu (25/8). Di hadapan para Peserta Siswa (Pasis) Dikreg Seskoal, Nuning, sapaan akrab Susaningtya membeberkan mengenai pengaruh teknologi informasi pada kinerja prajurit.
Kehadiran Nuning di Seskoal disambut hangat Danseskoal Laksda TNI Tunggul Suropati. Sebelum mengisi acara, Tunggul Suropati mengajak Nuning keliling Kompleks Seskoal. Tunggul Suropati bahkan menyopiri sendiri kendaraan yang ditumpanginya bersama Nuning.
Di acara, Nuning membawakan tema, “Pengaruh Teknologi Informasi, Media Sosial dan Strategi Komunikasi Terhadap Kinerja Organisasi dan Prajurit”. Pasis Dikreg yang hadir ada sekitar 100 orang, yang berasal dari dalam dan luar negeri.
Baca juga : Ini Langkah BNI Percepat Salurkan Bansos PKH Dan Sembako Di Masa Pandemi
“Saya senang sekali Pasis bersemangat mengetahui corporate culture di era IoT (Internet of Things), medsos, cyber war saat ini. Semoga para Pasis kelak akan menjadi pemimpin yang mumpuni,” ungkap Nuning.
Nuning menjelaskan, penting bagi semua prajurit dan keluarganya untuk mengetahui bahwa ketika mereka masuk ke platform media sosial, mereka masih mewakili institusi militer, tempat mereka bekerja. “Untuk itu, dalam berkomentar, mengunggah, dan menyebarkan informasi, diperlukan kehati-hatian,” ucapnya.
Secara umum, hal yang perlu diperhatikan prajurit dan keluarganya adalah dilarang mengunggah, menyukai (like)/tidak menyukai (dislike), berkomentar, membagikan tautan yang bernuansa politis, ujaran kebencian, hoaks, rasisme, melecehkan, menghina, dan lain sebagainya.
Baca juga : Sesalkan Pelonggaran Lebih Cepat, PM Belanda Minta Maaf
Sedangkan secara khusus, hal yang perlu diperhatikan adalah dilarang mengunggah gambar yang memiliki hak cipta orang lain tanpa izin, mengunggah detail tentang misi giat operasi, mengumumkan posisi lokasi dan waktu unit dalam operasi, rilis informasi tentang kematian anggota militer dalam tugas sebelum pihak keluarga mendapat informasi tersebut, mengunggah gambar alutsista atau fasilitas lainnya yang rusak dan tidak terawat, mengunggah foto, status, dan sebagainya dengan mengaktifkan menu geotagging atau lokasi saat dalam giat operasi, serta mengunggah yang menggambarkan lokasi pasukan, peralatan, detail unit taktis, dan jumlah personel dalam giat operasi.
“Dalam konteks media sosial resmi kesatuan, postingan yang sifatnya giat rutin prajurit, seperti apel, penyuluhan, olahraga, dan lain-lain, tidak perlu terlalu sering diekspos. Karena selain tidak menarik dan memiliki nilai strategis, akan cenderung membuat engagement audience terhadap akun tersebut menjadi rendah,” terang mantan Anggota Komisi I DPR ini.
Peraih gelar doktor bidang intelijen ini menambahkan, strategi komunikasi adalah kombinasi dari semua elemen komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal. Hal ini penting dan mendasar dalam sebuah institusi, tidak terkecuali institusi militer.
Baca juga : Nurdin Abdullah Dicecar Soal Duit Yang Diterimanya Lewat Sekdis PUTR
“Tanpa adanya strategi komunikasi yang terkonsep, terstruktur dan terintegrasi, hal ini sama saja membiarkan representasi, citra, dan pandangan publik terhadap institusi militer Indonesia mendapat stigma seadanya, tanpa arah, dan bahkan dapat menjadi buruk. Hal yang penting dalam membangun strategi komunikasi adalah menggali falsafah, visi misi, serta tugas dan fungsi institusi tersebut untuk dikemas oleh Humas dalam bentuk pesan kepada audience/publik,” terangnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya