Dark/Light Mode

Bilang Menteri Jokowi Elitis

Muhammadiyah Sentil Siapa?

Jumat, 10 September 2021 07:30 WIB
Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. (Foto: Istimewa)
Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyentil sepak terjang sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia menyebut, saat ini ada sejumlah pembantu Presiden Jokowi yang terkesan elitis. Kritikan ini mengundang tanda tanya, siapa yang disentil pengurus teras Muhammadiyah itu?

Kritikan Abdul Mu’ti itu disampaikan lewat cuitan di akun Twitter miliknya, @Abe_Mukti, Rabu (8/9). Hingga semalam, cuitan itu sudah disukai hampir 800-an warganet, di-retweet 179 orang dan dikomentari hampir 50-an orang.

“Pak Jokowi adalah presiden yang merakyat, peduli kepada rakyat dan kaum alit. Tetapi, sebagian menterinya justru elitis, sikap dan kebijakannya jauh dan menjauhkan diri dari rakyat. Eman-eman (sayang sekali),” demikian isi cuitannya.

Berita Terkait : Merintis Toleransi (2)

Sayangnya, eks Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ini tidak menyebut langsung, siapa menteri yang elitis itu. Namun, banyak pihak yang menafsirkan, kalau sentilan Mu’ti itu ditujukan pada Nadiem Makarim.

Apalagi, Guru Besar Bidang Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta ini, baru-baru ini cukup vokal mengkritik sejumlah kebijakan yang dibuat Nadiem Makarim. Yang terbaru, yakni rencana pembubaran BSNP dan penetapan syarat untuk dana BOS (bantuan operasional sekolah).

Meskipun belum bisa dipastikan, siapa menteri Jokowi yang elitis, namuan sentilan Abdul Mu’ti ini mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk dari elite parpol dalam koalisi pemerintah.

Berita Terkait : Merintis Toleransi (1)

Ketua DPP PKB, Daniel Johan mengaku tidak tahu siapa menteri elitis yang dimaksud Sekum PP Muhammadiyah itu. Namun dia memastikan, menteri elitis yang dimaksud itu bukan berasal dari PKB.

“Kalau menteri PKB rasanya merakyat semua, karena kebetulan juga semuanya alumni santri yang berakar kuat di grassroot,” kata Daniel di Jakarta, kemarin.

Politisi Senior PDIP, Hendrawan Supratikno menilai, sentilan elite Muhammadiyah itu merupakan masukan yang harus direnungkan. Hal ini penting untuk introspeksi, khususnya para pemegang jabatan untuk lebih dekat dengan rakyat.

Berita Terkait : Kedudukan Golput (2)

“Jangan sampai kita silau dengan jabatan dan aksesori kekuasaan dan melupakan aspek substantif modal sosial kita, yaitu semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar anggota Komisi XI DPR ini.
 Selanjutnya