Dark/Light Mode

Lihat Corona Indonesia

WHO Senang, WHO Tegang

Minggu, 19 September 2021 08:05 WIB
Beginilah kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak, di Ciawi, Bogor, Sabtu (18/9/2021). Masyarakat berbondong-bondong liburan setelah Covid-19 dirasa tak menakutkan lagi. Padahal, perang dengan Covid-19 masih belum tuntas. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)
Beginilah kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak, di Ciawi, Bogor, Sabtu (18/9/2021). Masyarakat berbondong-bondong liburan setelah Covid-19 dirasa tak menakutkan lagi. Padahal, perang dengan Covid-19 masih belum tuntas. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Membaiknya penanganan Corona Indonesia membuat senang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, WHO juga ikut tegang menyaksikan meningkatnya mobilitas warga Indonesia saat ini. WHO khawatir, tanpa adanya mitigasi, kasus Corona Indonesia akan kembali meledak.

Ungkapan perasaan WHO seperti itu disampaikan dalam laporan terbarunya bertajuk “Covid-19 Situation Report-72”, seperti dikutip Reuters, kemarin. Laporan ini membahas perkembangan penanganan Corona dalam kurun 6-12 September 2021 di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Apa hasilnya? WHO mencatat, Indonesia mengalami penurunan kasus hingga 30 persen dibanding pekan sebelumnya. Tingkat kematian juga telah menurun sebesar 23 persen. Penurunan paling drastis terlihat di Pulau Jawa dan Bali, wilayah yang pertama kali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berita Terkait : Satgas Sekolah, Awasi PTM Dengan Benar!

Meski penanganan Corona sudah membaik, WHO mewanti-wanti pemerintah agar hati-hati dalam melonggarkan pembatasan sosial. Data yang dilaporkan Community Mobility Report keluaran Google, aktivitas warga terpantau selama sepekan ini sudah meningkat di hampir semua provinsi. Paling banyak di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

Umumnya, mobilitas warga yang tinggi, karena pergi ke tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan dan mal. Bahkan, menurut laporan itu, tingginya mobilitas warga saat ini, situasinya sudah seperti masa sebelum pandemi. Karena itu, organisasi yang bermarkas di Jenewa, Swiss itu, meminta pemerintah membuat rencana antisipasi dan mitigasi.

“Ada kemungkinan, tingginya mobilitas warga ini akan meningkatkan transmisi Covid-19 dan berujung pada kapasitas sistem kesehatan nasional dan daerah,” tulis WHO.

Berita Terkait : Tenang, Satgas Bakal Fasilitasi

Untuk diketahui, kasus Corona di Indonesia memang sudah melandai dibandingkan saat puncak gelombang kedua pada Juli 2021 lalu yang mencapai lebih dari 50 ribu-an kasus per hari. Kemarin, kasus aktif di Tanah Air bahkan di bawah 70.000. Penambahan kasus aktif makin menurun hingga di bawah 5 ribu per hari.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Sabtu (18/9), penambahan kasus menurun di angka 3.385. Penambahan tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 314 kasus, disusul Jawa Tengah dengan 298 kasus, dan Jawa Barat dengan 238 kasus. Kemudian ada penambahan 185 kasus kematian akibat Covid-19.

Membaiknya penanganan Corona membuat positivity rate terus menurun mencapai 1,31 persen. Angka tersebut sudah di bawah batas ideal yang ditetapkan WHO yakni sebesar 5 persen.
 Selanjutnya