Dewan Pers

Dark/Light Mode

TVRI Nggak Bakal Putar Film Pengkhianatan G30S PKI

Kamis, 30 September 2021 18:36 WIB
Gedung Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (Foto: Antara)
Gedung Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) menegaskan, pihaknya tidak akan menayangkan film Pengkhianatan G30S PKI. Karena tak ingin menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di antara masyarakat. 

Hal ini disampaikan Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno

"TVRI harus menjadi alat perekat sosial dan pemersatu bangsa. Karena itu, kami tidak memutar tayangan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di antara masyarakat," kata Iman dalam pernyataan resmi, Kamis (30/9).

Berita Terkait : Bermalam Di Hutan, Nadiem Dengarkan Curhatan Orang Rimba

"Tapi kami juga memberikan pencerahan dan informasi sehat sesuai fungsi kepublikan kami. Sehingga, pembelajaran masa silam akan selalu kami tampilkan, dengan cara interaktif dan kekinian melalui program-program di TVRI," sambungnya.

Program-program pembelajaran sejarah yang tayang di TVRI antara lain Forum Fristian, yang mengetengahkan topik: Rekonsiliasi ’65, Berdamai Dengan Sejarah pada 29 September 2021.

Kemudian ada Program Mengingat Jejak Sejarah yang tayang pada 30 September 2021, serta penayangan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Berita Terkait : Menkeu Bakal Gaungkan Isu Perpajakan Di G20 Indonesia

Selain pertimbangan tersebut, ada beberapa hal yang mendasari TVRI tidak menayangkan film G 30S PKI.

Antara lain, sejak tahun 1998 pada masa pemerintah Presiden Habibie, film tersebut sudah tidak ditayangkan di TVRI.

Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Menteri Penerangan RI kala itu  Letnan Jenderal TNI (Purn) M Yunus Yosfiah, yang menyebut pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh seperti film Pengkhianatan G 30 S PKI, Janur Kuning, dan Serangan Fajar  tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi.

Berita Terkait : Bos TVRI Puji BPIP Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila

Dengan alasan tersebut, pada 30 September 1998, TVRI dan TV swasta tidak menayangkan pemutaran film G 30 S PKI.

Menteri Pendidikan ketika itu, Juwono Sudarsono, juga membentuk tim khusus untuk mengevaluasi semua buku sejarah dalam versi G 30 S PKI.

Sementara PP Nomor: 13 Tahun 2005 tentang LPP TVRI, pada Bagian Ketiga, Pasal 4 mengenai Tugas menyebutkan: TVRI mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. [HES]