Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kejagung Tangkap Komplotan Pembobol Bank Rp 120 Miliar

Minggu, 3 Oktober 2021 07:15 WIB
Buronan kasus pembobolan Bank Mandiri Yakub A Arupalakka saat ditangkap Kejagung. (Foto: Dok. Istimewa)
Buronan kasus pembobolan Bank Mandiri Yakub A Arupalakka saat ditangkap Kejagung. (Foto: Dok. Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menangkap buronan kasus pembobolan Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan Rp 120 miliar. Kali ini Yakub A Arupalakka.

Terpidana itu diketahui menghilang ketika kejaksaan hendak mengeksekusi putusan perkaranya.

“Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan terpidana Yakun A Arupalakka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, kemarin.

Berita Terkait : KPU Ngada Ajukan Dana Rp 37,1 Miliar

Yakub ditangkap pada Jumat (1/10) pukul 14.35 WIB di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Yakub ditetapkan buron dan ditangkap karena tidak memenuhi panggilan jaksa ketika hendak dieksekusi ke lapas.

“Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut. Oleh karenanya, yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Leonard.

Yakub merupakan terpidana kasus pembobolan Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan Rp 120 miliar. Dia divonis bersalah melakukan korupsi.

Berita Terkait : Jejaring Panca Mandala Yogya Perkuat Pembinaan Ideologi Pancasila

“Terpidana telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp 120 miliar,” papar Leonard.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, Yakub bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Pemberantasan Tindak pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Yakub harus menjalani pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.
 Selanjutnya