Dark/Light Mode

Dibanting Polisi Saat Demo

Mahasiswa: Saya Nggak Mati, Cuma Pegel-pegel...

Kamis, 14 Oktober 2021 08:56 WIB
Muhammad Faris Amirullah, mahasiswa yang dibanting polisi saat demo di depan Kantor Bupati Tangerang, mengaku sehat. (Foto: tangkapan layar)
Muhammad Faris Amirullah, mahasiswa yang dibanting polisi saat demo di depan Kantor Bupati Tangerang, mengaku sehat. (Foto: tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa di Tangerang, kemarin, berakhir ricuh. Sebagian polisi yang mengamankan aksi, bertindak kasar. Seorang mahasiswa dibanting di trotoar. Untungnya, tidak ada luka serius. Mahasiswa itu hanya pegal-pegal, dan bilang, "saya nggak mati”.
 
Demo tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389. Demo digelar di depan Kantor Bupati Tangerang, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Para mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan atas berbagai persoalan yang ada di Tangerang. Di antaranya, meminta Pemkab Tangerang segera menyelesaikan polemik tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang, peningkatan mutu kualitas pendidikan, transparansi anggaran beasiswa pendidikan, hingga penindakan tegas perusahaan yang mencemari lingkungan.
 
Kericuhan dimulai saat mahasiswa ingin merangsek mendekati Kantor Bupati Tangerang. Aparat yang berjaga langsung menghalau. Aksi dorong-dorongan pun terjadi. 
 
Beberapa saat kemudian, aparat berhasil memecah massa. Sebagian mahasiswa mundur. Sebagian lagi, kena tangkap aparat. Di sinilah, aksi banting ala smackdown oleh polisi ke satu mahasiswa terjadi.
 
Dalam video berdurasi 48 detik yang viral, tampak mahasiswa berpakaian hitam biru, ditangkap polisi berseragam dan berompi hitam. Mahasiswa itu dipiting lehernya, ditarik ke arah trotoar lalu dibanding dengan posisi punggung di bawah. Kerasnya bantingan, membuat mahasiswa itu sempat tak sadarkan diri.
 
"Ini teman saya gimana? Pak tolong bantu!" kata seorang mahasiswa mencoba menolong rekannya. Aparat yang membantingnya justru pergi.
 
Aparat lainnya mencoba membangunkan mahasiswa tersebut. Namun, bukannya sadar, mahasiswa yang diketahui bernama Muhammad Faris Amirullah itu, malah kejang-kejang. 
 
Dua polisi berompi hijau terang langsung menolongnya. Beberapa intel berpakaian preman juga memberi pertolongan pertama dengan menepuk-nepuk bagian punggung Faris. 
 
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan, membawa mahasiswa ini ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Hasilnya, Faris sudah bisa berjalan. Dia telah diberikan obat-obatan dan vitamin. 
 
Setelah itu, Faris hadir di Media Center Polresta Tangerang. Di sana, dia memberikan klarifikasi dan menyatakan kondisinya sehat. "Saya Faris dari Himata Banten. Saya nggak ayan, saya juga nggak mati. Saya masih hidup," ucapnya, dalam rekaman video yang juga viral. 
 Selanjutnya