Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mulai Hari ini, Obat, Kosmetik, Dan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal

Minggu, 17 Oktober 2021 14:03 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mulai hari ini, Minggu (17/10), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag memberlakukan tahap kedua kewajiban bersertifikat halal. Untuk tahap kedua, kewajiban bersertifikat halal diberlakukan juga bagi produk obat-obatan, kosmetik dan barang gunaan.

Ini sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.  "Tahap kedua ini dilaksanakan mulai 17 Oktober 2021 sampai dengan yang terdekat 17 Oktober 2026," terang Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/10).

Berita Terkait : Cek Di Sini, 3 Kabupaten/Kota Di Jawa Bali Yang Masih Berstatus Level 4

Menurutnya, penahapan ini bertujuan agar kewajiban bersertifikat halal bagi produk sebagaimana ditetapkan regulasi, terlaksana dengan baik dan menghindari potensi kesulitan, khususnya bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan usahanya.

Sebelumnya, kewajiban bersertifikat halal oleh BPJPH mulai diberlakukan sejak 17 Oktober 2019.  Pada tahap pertama, kewajiban ini diberlakukan untuk produk makanan, minuman, serta hasil dan jasa sembelihan.

Berita Terkait : Cukai Hasil Tembakau Naik, Petani Sulit Bertahan

Hal tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru sertifikasi halal di Indonesia sebagai amanah Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Sertifikasi halal sejak itu dilaksanakan oleh BPJPH sebagai leading sector secara administratif dengan melibatkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang berwenang dalam pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menetapkan fatwa kehalalan produk. Pada tahap pertama, BPJPH telah mensertifikasi 27.188 produk pelaku usaha.
 Selanjutnya