Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peluncuran Direktori Tradisipencaksilat.id, Momentum Hadirkan Pencak Silat Di Ranah Digital
Senin, 8 November 2021 16:24 WIB
Sebelumnya
Menurut Roy Suryo yang saat itu (tahun 2013) menjabat sebagai Menpora mengatakan bahwa kendala minimnya informasi yang didapat secara daring, memerlukan seseorang untuk terjun langsung ke lapangan. Sehingga membutuhkan dana yang besar untuk mendapatkan data tersebut.
Oleh karena itu peluncuran direktori tersebut dirasa sangat tepat guna, untuk mengakomodir hal tersebut agar lebih efisien.
“Berkat doa kita semuanya akhirnya Pencak Silat bisa diakui UNESCO. Ini adalah kewajiban negara, siapa pun Dirjennya, Menteri dan Presidennya, ini merupakan kewajiban Negara. Memang harus berkewajiban memfasilitasi untuk upaya pelestarian yang sudah dirintis pendahulu kita. Jangan sampai diambil bangsa lain, sehingga kita merasa perlu untuk melakukan literasi ke dunia bahwa pencak silat asli dari Indonesia. Selamat untuk launching ini, dan apa yang dikerjakan bisa sukses,” tandas Roy Suryo.
Baca juga : Dongkrak Sektor Pariwisata Indonesia, Kemenhub Komitmen Hadirkan Bandara Perairan
Sementara itu, Kemendikbud Ristek melalui Ditjen Kebudayaan yang diwakili Restu Gunawan mengucapkan selamat atas terwujudnya direktori ini yang memang sudah dicanangkan sejak lama.
“Setelah ditetapkan (UNESCO) mau ngapain, perlu kerja sama dari pemerintah daerah dan komunitas bisa untuk memperkuat karakter bangsa, silat tidak hanya olahraga karena seni ada disitu, pertunjukan ada di situ. Menurut saya direktori ini bisa menjadi milestone dan pengembangan. Mudah-mudahan bisa berkembang maju dan menjadi rumah untuk kita semua,” ujar Restu.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Bisnis, Pemasaran dan Kerjasama PANDI Heru Nugroho mengatakan bahwa PANDI sudah menyumbangkan nama domain untuk tradisi pencak silat. Selain itu juga akan menyiapkan satu infrastruktur, sebuah aplikasi yang bisa mengakomodir data para atlet nantinya.
Baca juga : Pekan Olahraga Tradisional Bakal Kolaborasikan Olahraga Dan Pariwisata
“Kami menyadari bahwa direktori tujuannya membangun sebuah ekosistem dalam konteks penyusunan direktori dari sisi pemahaman, knowledge dan resources, perlu dirangkum dalam sebuah platform dan kami sedang menyusun big data atlet kedepannya,” ujarnya.
Heru menambahkan bahwa bukan hanya persoalan mengumpulkan atlet persilatan, lebih dari itu agar tradisi silat bisa tertulis di dunia maya.
“Jika Pencak Silat dalam konteks pengetahuan berikut tradisinya tidak hadir di ranah digital sedari dini, bukan tidak mungkin beberapa puluh tahun ke depan hanya tinggal selayaknya mitos," ujar Heru.
Baca juga : FEB UAI Bahas Peluang dan Tantangan Keuangan Syariah di Era Digital
Ia menambahkan, Karena memang eranya digital. Kita punya rekam jejak tradisi pencak silat, ketika sudah berada di digital pasti akan terus abadi. "Inisiasi ini diharapkan bisa menjadi inisiasi awal dan bisa sustainable,” pungkas Heru. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya