Dewan Pers

Dark/Light Mode

Saiful Mujani Utak-Atik Pilpres

2024, Mungkin Bisa 3 Pasang

Selasa, 9 Nopember 2021 07:50 WIB
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (Foto: Istimewa)
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilihan Presiden (Pilpres) masih tiga tahun lagi. Tapi pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, mulai utak-atik Calon Presiden (Capres) 2024. Menurut guru besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, Pilpres 2024 kemungkinan akan diikuti tiga pasang Capres.

Prediksi soal Capres tersebut, dicuitkan Saiful Mujani di akun Twitternya @saiful_mujani, Sabtu (6/11) lalu. Ada 22 kuliah twitter atau kultwit yang diposting Saiful Mujani. Berikut kultwit lengkap Saiful Mujani soal Pilpres 2024 ini:

Pasangan calon presiden-wakil presiden 2024: Yang bisa mencalonkan pasangan hanya partai politik atau koalisi partai politik hasil pemilu 2019 yang mendapat kursi 20 persen di DPR atau 25 persen suara pemilih nasional. Yang memenuhi syarat itu hanya PDIP. Partai-partai lain harus koalisi.

Berita Terkait : Mulai Hari Ini, Anak Di Bawah 12 Tahun Bisa Wisata Ke Ancol

Kalau masing-masing partai di Senayan menghendaki agar calon presiden dari partai mereka masing-masing, maka sudah muncul beberapa nama yang didorong atau mulai terlihat bekerja untuk jadi calon presiden: Prabowo (Gerindra), Puan (PDIP), Airlangga (Golkar), Muhaimin (PKB), dan AHY (Demokrat).

Partai-partai lain belum terlihat ketua atau wakil ketuanya sudah mulai kerja untuk calon presiden. Karena syarat batas minimal partai untuk bisa mencalonkan sangat tinggi, maka hanya PDIP yang bisa mencalonkan tanpa koalisi. Karena itu jumlah calon maksimal hanya 4 atau 3.

Apakah PDIP akan mencalonkan Puan untuk jadi presiden? Sejauh ini Puan terlihat sudah sosialisasi masif. Kalau hasilnya menunjukkan Puan berpeluang cukup bagus untuk menang, mungkin ia akan menjadi calon. Tunggu sekitar 2 tahun lagi.

Berita Terkait : Banteng, Tunjukkan Mana Tandukmu

Bagaimana elite partai tahu peluang baik itu? Biasanya, mereka melihat hasil survei. Kalau melihat hasil survei kelima petinggi partai itu, sementara ini Prabowo paling atas, diikuti oleh AHY. Sementara Puan, Airlangga, dan Muhaimin, jauh di bawah kedua nama itu. Prabowo vs AHY?

Partai mana yang mau gabung dengan Prabowo atau AHY? Atas dasar bacaan terhadap elite partai, PDIP sudah hampir dipastikan tidak ke AHY. Nasdem kemungkinan tidak ke Prabowo. PDIP dan Nasdem mungkin tak bersama-sama lagi. Nasdem ke AHY? mungkin. Partai lain? Golkar?

Golkar bisa dengan Prabowo maupun AHY, tergantung Airlangga dapat posisi nomor 1, nomor 2, atau tidak? Tergantung siapa peluang lebih baik untuk menang, Prabowo atau AHY? Kalau Puan berpasangan dengan Prabowo, maka Golkar mungkin tak ke Prabowo. Bila kans AHY baik, Airlangga bisa sama AHY.

Berita Terkait : Menag Ajak Ustadz Ponpes Gaungkan Moderasi Beragama

Prabowo-Puan vs AHY-Airlangga? Dilihat dari kursi mereka di DPR sudah cukup. Partai lain? Mencalonkan Muhaimin? Mungkin, tapi belum terlihat tanda-tanda. Belum terlihat gejala Muhaimin bisa unggul atas Prabowo maupun AHY. Lalu? tidak ada lagi ketua partai yang bisa diandalkan.
 Selanjutnya