Dark/Light Mode

Dukung Produksi Kendaraan Listrik

PLN Gaspol Bangun 67 Unit Stasiun Pengisian Setrum

Rabu, 10 November 2021 06:50 WIB
PLN sudah membangun 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun nanti akan ada tambahan sebesar 67 unit SPKLU lagi hingga akhir 2021. (Foto: Dok. PLN).
PLN sudah membangun 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun nanti akan ada tambahan sebesar 67 unit SPKLU lagi hingga akhir 2021. (Foto: Dok. PLN).

 Sebelumnya 
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira berpendapat, langkah pemerintah menggenjot hilirisasi dan industrialisasi (pabrik baterai) untuk kendaraan listrik, langkah yang baik. Sebab, selama ini Indonesia masih memproduksi nikel menjadi barang setengah jadi, sehingga banyak nilai tambah yang hilang.

Dengan adanya pabrik baterai kendaraan listrik, lanjut Bhima, Indonesia akan mempunyai peran strategis dalam industri mobil listrik dan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Kalau sudah punya pabrik baterai, maka PR (Pekerjaan Rumah) pemerintah bagaimana perusahaan-perusahaan otomotif, khususnya yang memproduksi mobil listrik itu bisa membeli baterai dari Indonesia,” tutur Bhima kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Baca juga : Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat SPKLU, PLN Raih Penghargaan GridOto Awards

Menurut Bhima, hal tersebut yang harus dijembatani oleh pemerintah. Memfasilitasi dunia usaha yang ada di dalam negeri, termasuk pabrik baterai lokal, bisa masuk di dalam rantai pasok industri otomotif global.

Bhima juga mendukung dibangunnya pabrik mobil listrik di dalam negeri. Semakin banyak komponen yang bisa diproduksi di dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor.

Seperti diketahui, pemerintah mematok target pada 2030 kendaraan listrik baterai buatan dalam negeri bisa mencapai 600.000 unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua.

Baca juga : Penumbuhan Literasi Bukan Tanggung Jawab Satu Pihak Saja

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, produksi kendaraan listrik mampu menurunkan kadar emisi karbondioksida 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih, dan 1,1 juta ton untuk roda dua.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pihaknya bakal melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Foxconn terkait rencana investasinya di Indonesia.

Rencana ini merupakan dukungan terhadap kontribusi Indonesia kepada dunia. Salah satunya melalui hilirisasi industri kendaraan listrik. Targetnya, Indonesia menjadi salah satu negara pemain mobil listrik di dunia.

Baca juga : Jaga Pasokan Listrik Nasional, PLN Perkuat Kerja Sama Dengan TNI

Foxconn, menurut Bahlil, berminat masuk Indonesia. Namun, dia belum mau membeberkan rencana itu secara detail. “Yakin mereka masuk, tapi kami belum bisa umumkan secara detail. Mudah-mudahan tahun ini,” kata Bahlil, Kamis (4/11). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.