Dark/Light Mode

Masuk Uji Klinis Ke Manusia

Vaksin Merah Putih, Semoga Bisa Digunakan Tahun Depan

Sabtu, 13 November 2021 06:20 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: ANTARA).
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: ANTARA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembuatan vaksin Merah Putih terus membuahkan hasil positif. Karya anak negeri itu kini akan diuji klinis pada manusia.

Universitas Airlangga (Unair) telah menyerahkan bibit vaksin Merah Putih ke PT Biotis Pharmaceutical, Selasa (9/11). Selanjutnya, vaksin Merah Putih akan memasuki uji klinis pada manusia.

“Saya berdoa, mudah-mudahan proses uji klinis lancar, sehingga pada semester kedua tahun depan vaksin Merah Putih telah bisa diproduksi,” doa Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga : FW de Klerk, Presiden Kulit Putih Terakhir Afsel Wafat Di Usia 85 Tahun

Vaksin Merah Putih dikembangkan para peneliti Indonesia untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Tanah Air. Unair menjadi salah satu anggota konsorsium yang mengembangkan vaksin Merah Putih dengan model inactivated virus.

Budi menjelaskan, uji klinis tahap pertama pada Desember 2021 digunakan untuk meli­hat aspek keamanan dari vaksin dan membu­tuhkan 100 orang sebagai sampel.

Kemudian, uji klinis tahap kedua pada Januari 2022 akan melibatkan sekitar 400 orang, dilakukan untuk melihat aspek terkait imunogenisitas. Serta, uji klinis tahap ketiga pada Februari 2022 yang akan melibatkan sekitar 1.000 orang untuk melihat efikasi vaksin.

Baca juga : Guspardi Gaus: Mafia Tanah Tak Mungkin Bisa Jalan Tanpa Akses

Budi berharap, vaksin Merah Putih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri berupa vaksin 1 dan 2, tapi bisa dikembangkan untuk memberikan vaksin booster dan juga vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun.

Kata Budi, saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun, yaitu vaksin Sinovac. Padahal, ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19.

Budi menilai, keberhasilan Unair men­emukan vaksin sendiri, merupakan tong­gak sejarah dalam perkembangan sistem kesehatan Indonesia. Pemerintah ingin momentum baik ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana, terutama fasilitas dan kompetensi pengem­bangan vaksin.

Baca juga : PT Biotis Siap Produksi Vaksin Merah Putih

“Saya berharap Indonesia bisa mengua­sai teknologi, bukan hanya berbasis dari teknologi virus, tapi juga berbasis teknologi protein rekombinan maupun asam nukleat,” harap dia.

Netizen bangga dengan vaksin Merah Putih yang memasuki tahap uji klinis pada manu­sia. Berharap, pemerintah segera menggenjot produksi vaksin buatan anak negeri itu.

“Bangga dengan produk anak bangsa. Ini baru benar vaksin buatan Indonesia,” puji @eriadiyus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.