Dark/Light Mode

Koleksi Tanaman Hias

Selasa, 16 Februari 2021 06:17 WIB
Ngopi - Koleksi Tanaman Hias
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengoleksi tanaman hias kini tidak identik dengan perempuan. Para lelaki pun banyak yang mengoleksinya. Seperti saya, di era pandemi ini ikut trend hobi yang melanda dunia, yaitu bercocok tanam tanaman hias.

Semakin hari, koleksi tanaman hias milik saya di rumah bertambah banyak. Makin banyak tanaman hias, makin sedap dipandang mata. Dan bercocok tanam membuat tubuh saya lebih bugar.

Cara pembudidayaannya juga tak sekadar menanam bibit tanaman di tanah dan memberinya pupuk. Tanaman hias kini juga bisa ditanam tanpa tanah dan dijadikan karya seni yang lebih menarik. Bukan sekedar jadi pajangan di pojok ruangan semata.

Berita Terkait : Keranjingan Cupang

Dari yang saya baca, seiring dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, tanaman hias pun dibagi ke dalam tiga kelompok. Tiga kelompok tersebut ialah tanaman hias bunga, tanaman hias buah serta tanaman hias daun.

Tanaman hias bunga ialah tanaman yang berbunga dan dipelihara karena kecantikan bunganya. Contohnya; mawar, melati, kembang sepatu, beragam jenis anggrek, geranium, krisan.

Tanaman hias buah, merupakan tanaman hias yang menghasilkan buah. Tanaman buah juga bisa dijadikan sebagai hiasan, seperti jeruk Nagami, kecapi Bangkok atau buah naga mini.

Berita Terkait : Tetangga Kok Gitu Sih

Sementara itu jenis tanaman hias daun sering kali berupa tanaman yang hanya berupa daun saja. Biasanya memiliki daun tunggal atau satu daun untuk satu batang.

Misalnya aglaonema dan kastuba yang digemari karena warna daunnya merah menyala. Ada juga anthurium yang sempat booming dan bernilai jual sangat tinggi di tahun 2006.

Biasanya tanaman hias ini ditanam di dalam pot. Cara merawatnya pun tak seberapa sulit. Pertama, kita harus mengenali jenis tanaman yang akan dirawat. Karena setiap tanaman memiliki jenis perawatan yang berbeda-beda.

Berita Terkait : Mahalnya Harga Buku

Misalnya saja pohon fikus yang memerlukan sedikit cahaya dan tanah lembap, sedangkan jenis kaktus justru butuh cahaya terang dan tanah yang kering.

Perhatikan pula kapan tanaman memerlukan air. Jangan sampai terlalu kering atau terlalu basah yang dapat menyebabkan tanaman hias mati karena kering atau busuk di akarnya.

Entah sampai kapan hobi yang melanda dunia ini berakhir. Belum ada yang bisa memprediksi, seperti halnya kapan Covid-19 akan berakhir. [Hendrawan K. Wijaya/Wartawan Rakyat Merdeka]