Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago heran, mengapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia tidak diberikan fasilitas untuk melakukan tes usap (Swab) mandiri Covid-19. Fasilitas itu hanya diberikan pada laboratorium-laboratorium privat.
Baca juga : Goya Boutique Resort Ubud Menawarkan Fasilitas Amenities
Politisi Partai NasDem ini menerangkan, selama ini, RSUD hanya memberikan Swab Antigen gratis bagi pasien yang sudah terbukti positif dan Swab Antigen ataupun PCR diberikan hanya untuk pasien yang sudah dirawat selama 14 hari untuk bisa pulang. Sementara, untuk Swab mandiri, pasien melakukannya di luar RSUD.
Baca juga : Tekan MoU, JMBR dan OHM Siap Kembangkan Fasilitas Inap di Rest Area
“Padahal, jika Swab Antigen mandiri bisa diberikan pada lab-lab RSUD, bukan cuma lab-lab swasta, Pemerintah melalui RSUD tersebut mendapatkan keuntungan seperti yang diperoleh lab-lab swasta,” ujar mantan Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 ini, Selasa (18/1).
Baca juga : Nora Alexandra, Disantet Supaya Gila Dan Mandul
Irma juga mengaku heran dengan ketentuan vaksinasi booster, yang hanya diberikan setengah dosis. “Pertanyaannya, kalau dosis vaksin booster 1 dan setengah efektivitasnya sama, ngapain kemarin kita divaksin 2 kali,” imbuhnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya