Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terkesima, Ibas Bandingkan Tembok Mural Desa Di Pacitan Dengan Tembok Berlin

Sabtu, 5 Maret 2022 18:35 WIB
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas saat meresmikan program KOTAKU, di Desa Tanjungsari, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (5/3).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas saat meresmikan program KOTAKU, di Desa Tanjungsari, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (5/3).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas melakukan aksi nyata untuk mewujudkan daerah pemilihannya sebagai kabupaten yang nyaman, bersih, dan sehat.

Hal tersebut dibuktikannya dengan mengawal Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan pemberian air bersih ke Kabupaten Pacitan dalam kegiatan resesnya, Sabtu (5/3).

Anggota DPR RI dapil Jatim VII itu meresmikan program KOTAKU dengan meninjau langsung Desa Tanjungsari dan hadir secara virtual di Desa Bangunsari.

Berita Terkait : Gempa M5,1 Laut Banda Terjadi Akibat Aktivitas Subduksi, Tak Berpotensi Tsunami

Masyarakat yang hadir pun menyambut dengan antusias. Ibas menyatakan, ini adalah momen yang sangat dinantikannya. Dia ingin kembali bersilaturahmi dan berbincang langsung dengan warga di Kota Pacitan.

Dalam kunjungannya ke Desa Tanjungsari, Pacitan, tidak terlihat sekat antara dirinya dan para warga meskipun protokol kesehatan (prokes) ditetapkan secara ketat.

“Bapak-Ibu sing kulo hormati, Pripun kabare (bagaimana kabarnya)? Kangen. Semoga semua sehat, semangat, dan tersenyum ya?" sapanya, yang dijawab serempak, "Sae (baik) Mas Ibas", plus riuh tepuk tangan dari warga yang datang.

Berita Terkait : Kementan Ajak Milenial Wirausaha Dengan Smart Farming

Pacitan, merupakan tempat yang memiliki kesan tersendiri bagi Ibas dan keluarganya. Ibas mengaku ingat betul saat berkunjung ke wilayah itu bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) dan almarhumah Ibu Ani ketika Pacitan sedang terendam banjir.

"Betapa sedihnya, sebagian terendam, kotor dan rusak (banjir). Pak Kapolres, Pak Kapolsek dan Desa masa itu juga dengan sigap tanggap membantu warganya," kenangnya.

Namun kini, Ibas merasa bangga karena Kabupaten Pacitan sudah banyak berubah. Jadi lebih bersih dan tertata. Dia menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan dan berkeliling melihat lingkungan sekitar. Ibas begitu terkesima dengan lukisan mural karya warga di sepanjang dinding yang ia lewati.

Berita Terkait : Industri Berorientasi Ekspor Meningkat, Asuransi Perdagangan Jadi Kebutuhan

"Program KOTAKU memang sesuai dilaksanakan di Kabupaten Pacitan. Dulu di sini (Desa Tanjungsari) adalah tempat yang belum rapi. Tak terbayang, Girli Ceria ini adalah sebutan lain dari pinggir kali Grindulu. Setiap sudut dan tembok yang ada di desa ini, seperti guratan lukisan yang cantik, menarik, dan indah. Jika terus dirawat, tembok mural ini tidak kalah dengan gores lukisan Pak SBY dan mural Tembok Berlin,” ungkapnya, disambut tawa sebagian warga. Sebagian lagi, senyum-senyum.
 Selanjutnya