Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ajak Parlemen Dunia Kerja Sama Atasi Covid, Puan Banjir Pujian

Rabu, 23 Maret 2022 17:20 WIB
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Ist)
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mengapresiasi langkah Ketua DPR, Puan Maharani yang mengajak parlemen internasional bersinergi dengan pemerintah memerangi pandemi Covid-19. Menurutnya, parlemen memiliki fungsi yang mampu menopang kerja pemerintah. 

"Saya kira apa yang disampaikan Bu Puan sangat tepat dengan mengajak elemen bangsa bersama sama menghadapi pandemi secara baik. Terutama dengan fungsi parlemen anggaran, legislasi, dan pengawasan," kata Rahmad saat dihubungi, Rabu (23/3). 

Terlebih disampaikan Puan di hadapan ribuan parlemen internasional. Penyelesaian Corona tidak cukup dibereskan satu dan dua negara. Namun, seluruh negara di dunia harus dilibatkan.

Berita Terkait : Ikuti Forum Parlemen Dunia, Syahrul Aidi Sampaikan Beberapa Isu Global

“WHO kan yang sudah menyampaikan asas keadilan terhadap vaksin. Hak untuk mendapatkan vaksin merata saya kira salah satu kata kunci untuk keluar dari krisis kemanusiaan," ungkapnya. 

Dengan bergotong royong, tambah Ketua DPP PDIP itu, krisis yang mengglobal ini akan lebih mudah digulung. "Saya setuju dengan Bu Puan, untuk pengendalian Covid harus dilakukan seluruh pihak. Gotong royong. Parlemen, masyarakat, pemerintah, bahkan melibatkan pemerintah dunia, saya kira jadi salah satu kata kunci untuk keluar dari krisis kemanusiaan," beber dia. 

Senada diutarakan epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman. Dia bilang, pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam merespon pandemi. "Pandemi ini masalah bersama yang memerlukan kerjasama semua pihak. Kalau bicara semua pihak, ya parlemen menjadi salah satu," ucap Dicky. 

Berita Terkait : Puan Makin Wangi

Regulasi yang berkaitan dengan kesehatan menjadi tanggung jawab DPR. Senayan, perlu gerak cepat meramu undang-undang kesehatan. "Tentu sulit pergerakan pemerintah dan semua stakelolders jika tidak ada UU. Karena regulasi jadi dasar hukum. Contohnya bagaimana orang-orang bisa terdeteksi penularan dari handphone. Itu kan ada regulasi. IT," cetusnya. 

"Sekali lagi, peran parlemen sangat strategis sebagaimana peran pemerintah. Sebagai yang buat regulasi menyusun regulasi, parlemen juga punya peran penting. Kalau tidak, pemerintah responnya tidak kuat dan cepat," tambah dia. 

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengajak, seluruh anggota parlemen dunia sungguh-sungguh mengatasi pandemi Covid-19. Terutama membangun peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait kesehatan nasional secara komprehensif, dan proporsional. [UMM]