Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buka Lomba Free Fly Piala Ketua MPR, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Lindungi Satwa Langka

Sabtu, 26 Maret 2022 16:36 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menuturkan, upaya konservasi satwa, termasuk burung paruh bengkok, menghadapi banyak tantangan. Terutama disebabkan semakin rusaknya habitat asli satwa, baik yang disebabkan faktor alam maupun karena faktor campur tangan manusia. Semisal, kegiatan penebangan hutan atau deforestasi yang terus-menerus semakin intens dilakukan.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menerangkan, hingga Februari 2020, avi-fauna atau jumlah varietas burung di Indonesia tercatat sebanyak 1.794 spesies. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah spesies burung terbanyak keempat di dunia, setelah Kolombia, Peru, dan Brazil.

Berita Terkait : Trofi Juara Free Fly Piala Ketua MPR Sama Dengan Trofi MotoGP Mandalika

“Dari besarnya keragaman avi-fauna yang kita miliki tersebut, 81 jenis di antaranya adalah burung paruh bengkok, dengan persentase terbesar yaitu sebanyak 32 jenis atau hampir 40 persennya hidup di wilayah Maluku," ujar Bamsoet, saat membuka Lomba Free Fly Piala Ketua MPR, di Blackstone Beach Bali, Sabtu (26/3).

Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, lomba Free Fly Piala Ketua MPR bukan sekadar euforia dari komunitas pecinta satwa untuk menikmati daya tarik dan pesona burung paruh bengkok yang mengikuti lomba. Tetapi juga sebagai ajang media gathering, silaturahmi, serta saling bertukar informasi antar komunitas pecinta burung paruh bengkok.

Berita Terkait : Isi Mukernas KAMMI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Rawat Indonesia, Cegah Negara Gagal

"Acara ini harus menjadi bagian dari edukasi untuk menggugah kesadaran dan komitmen masyarakat mengenai pentingnya pelestarian dan perlindungan satwa. Khususnya burung paruh bengkok, yang di alam liar habitatnya semakin terancam. Dengan karakter yang unik dan warna bulu yang mencolok, sebenarnya burung paruh bengkok merupakan satwa yang begitu mudah membuat para pecinta satwa terpesona dan jatuh hati," kata Bamsoet.

Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia ini menambahkan, dengan semakin berkurangnya habitat asli yang dimiliki, kebijakan konservasi satwa dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perlindungan dan pelestarian satwa. Salah satunya adalah melalui penangkaran. Baik yang dilakukan secara institusi kelembagaan, maupun oleh masyarakat atau kelompok masyarakat yang memiliki kecintaan, kepedulian, kompetensi dan kapabilitas.

Berita Terkait : Lomba Stand Up Comedy Kritik MPR, Bamsoet Dorong Komika Sampaikan Pesan Kebangsaan

"Kegiatan penangkaran satwa ini bertujuan untuk melindungi dan merawat satwa, menghindarkan dari berbagai faktor risiko, serta memperlakukan satwa sebagaimana mereka hidup pada habitat aslinya. Dan pada akhirnya, masyarakat terlibat langsung dalam mengembangbiakkan dan menghindarkan satwa yang dilindungi dari ancaman kepunahan," pungkas Bamsoet. [USU]