Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belajar Dari Penembakan Di Papua, BP Jamsostek Ingatkan Pentingnya Perlindungan Pekerja

Senin, 14 Maret 2022 15:41 WIB
Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia. (Foto: Ist)
Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Jakarta Mangga Dua Yudi Amrinal mengingatkan pentingnya perlindungan atas risiko kerja bagi para pekerja.

Yudi mengajak perusahaan maupun tenaga kerja yang belum mendaftarkan atau belum menjadi peserta BP Jamsostek, untuk segera melakukannya.

Berita Terkait : Gus Muhaimin Ingatkan Peran Besar Kiai-Nyai NU

"Hal ini bisa menyelamatkan tenaga kerja maupun keluarga dari risiko yang dapat terjadi kapan saja," ujarnya, di Jakarta, Senin (14/3).

Dia mencontohkan insiden penembakan pekerja PT Palapa Timur Telematika (PTT) di Distrik Beoga Papua, yang menyebabkan delapan korban tewas dan satu mengalami luka-luka.

Berita Terkait : Menaker Dan Dirut BP Jamsostek Gelar Dialog Bersama Penerima Manfaat JKP

BP Jamsostek menyalurkan santunan kepada keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu. Santunan juga bakal diberikan kepada korban selamat.

Santunan kepada para pekerja PT PTT ini diberikan karena mereka terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek. Berdasarkan hasil penelusuran tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) BP Jamsostek sejak 4 Maret 2022, empat dari sembilan orang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek pada PT PTT.

Berita Terkait : Gercep, BP Jamsostek Santuni Keluarga Korban Penembakan KKB Di Distrik Boega Papua

Sementara empat lainnya dan satu orang pemandu yang meninggal dunia merupakan buruh harian lepas dari karyawan kontraktor perusahaan dan belum terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek.

"Kami selalu aktif dan bergerak cepat ketika peserta BP Jamsostek ada yang mengalami musibah seperti kejadian pekerja di Papua ini," beber Yudi.
 Selanjutnya