Dark/Light Mode

CPNS Ramai-Ramai Mundur

Layanan Publik Bisa Terganggu

Senin, 30 Mei 2022 07:50 WIB
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat terdapat 105 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri setelah lolos seleksi pada 2021. Ini musibah, karena dapat mengganggu pelayanan publik.

Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, fenomena CPNS mundur harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Perbaiki tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) mengantisipasi mundurnya orang yang telah dinyatakan lulus seleksi abdi negara itu.

Baca juga : Indonesia Sambut Pameran Mesin Industri Dan Subkontrak Di Thailand

“Reformasi birokrasi, termasuk dalam proses seleksi penerimaan CPNS, sudah saatnya diperbaiki,” ujar Mardani dalam keterangannya, kemarin.

Mardani menyarankan, hak dan kewajiban CPNS mengenai teknis pekerjaan di setiap instansi perlu diumumkan ke publik dengan lebih mendetail. Sehingga masyarakat tahu persis hak dan kewajiban CPNS sebelum mengikuti proses seleksi.

Baca juga : Sore Ini, Garuda Muda Lawan Tim Hantu

Wakil Ketua Badan Kerja Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini tidak ingin ada lagi CPNS yang mundur setelah diterima sebagai abdi negara. Perbaiki sistem remunerasi gaji, evaluasi kesejahteraan CPNS yang gaji pokoknya masih terbilang cukup kecil.

“Harus ada peningkatan gaji mengikuti perkembangan kehidupan, sehingga abdi negara cukup sejahtera tanpa harus bergantung dari berbagai tunjangan maupun uang perjalanan dinas,” saran politikus PKS ini.

Baca juga : Anies Paling Sering Diserang

Mardani mengingatkan, kebutuhan masyarakat saat ini telah berubah. CPNS yang berasal dari kalangan milenial maupun Gen Z harus jadi pertimbangan. Sistem kerja di lingkungan Pemerintah kudu menyesuaikan dengan zaman.

Menurutnya, fenomena ini bisa jadi puncak gunung es dari masalah pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggunakan paradigma lama. Sementara pola dan sifat pekerjaan berubah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.