Dark/Light Mode

Senayan Ketuk Hati Produsen CPO

Pasar Lokal Dulu, Baru Ekspor

Selasa, 5 Juli 2022 07:50 WIB
Pekerja menurunkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil di Desa Lemo-Lemo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (2/7/2022). (Foto: Antara/Akbar Tado)
Pekerja menurunkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil di Desa Lemo-Lemo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (2/7/2022). (Foto: Antara/Akbar Tado)

 Sebelumnya 
“Jangan karena pasar ekspor harganya sedang melambung tinggi akhirnya pasar domestik ditinggalkan begitu saja,” wanti-wanti dia.

Hendrik menegaskan, DMO ini harus diutamakan, bahkan bila perlu ditingkatkan lagi agar pasokan pasar dalam negeri terpenuhi. Baru setelah itu dibolehkan ekspor.

“Perlu juga diaudit yang dilakukan oleh pihak terkait (BPK) agar masalah tata kelola CPO ini segera tuntas,” pinta dia.

Baca juga : Lawan Barat, Putin Bakal Kirim Nuklir Ke Belarus

Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno meminta masalah kelangkaan dan mahalnya migor diurai akar persoalannya. Bagaimana efektivitas dan peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bagaimana kita bisa menciptakan tata niaga dan tata kelola yang baik dalam industri minyak kelapa sawit dan turunannya, supaya menghasilkan solusi,” harap Eddy dalam keterangannya, kemarin.

Selain itu, Sekjen DPP PAN ini berharap, masalah Tandan Buah Segar (TBS) yang harganya anjlok, jangan dibiarkan berlarut-larut sehingga memberatkan para petani.

Baca juga : Batik Cibuluh, Produk Lokal Kualitas Global Siap Ekspor

“Ini masalah multidimensi yang harus dicarikan solusinya secara cepat,” kata dia.

Eddy menegaskan, masalah DMO dan DPO bagian dari regulasi yang penting dalam tata niaga sebuah industri minyak sawit. Kebijakan ini dilakukan karena adanya kelangkaan komoditas, suplai dan sifatnya situasional dan bukan kebijakan permanen.

“Ke depan, kebijakan DMO dan DPO bisa dievaluasi kembali ketika tata niaga industri minyak kelapa sawit sudah berjalan baik,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.