Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jalan Usaha Tani Perluas Jangkauan Pasar Petani Di Kabupaten Bima

Senin, 4 April 2022 06:00 WIB
Jalan Usaha Tani di Kabupaten Bima/Istimewa
Jalan Usaha Tani di Kabupaten Bima/Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program Jalan Usaha Tani (JUT) untuk Kelompok Tani Sakolo di Desa Simpasai, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Jalan Usaha Tani sepanjang 109 meter dengan lebar 4 meter itu dapat memperluas jangkauan pasar petani dalam memasarkan produknya.

Jalan Usaha Tani mampu dibangun untuk areal persawahan seluas 14,20 hektare

Berita Terkait : Kemenkes Perluas Layanan Mobile X-Ray Pemeriksaan TB Di 7 Provinsi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menerangkan, Jalan Usaha Tani bertujuan untuk mempermudah akses para petani dalam memperluas jalur distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani.

"Pembangunan JUT menjadi salah satu program strategis yang dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP)," kata Mentan SYL.

Pembangunan JUT menjadi salah satu program strategis yang dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Berita Terkait : Sidak Ke SPBU, Pertamina Jamin Pasokan BBM Di Kota Padang

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, prasarana dan sarana pertanian pada era pertanian modern memang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, hal tersebut berpengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas petani.

"Untuk memenuhi persyaratan penggunaan alsintan serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapannya yang memadai," katanya.

Berita Terkait : Perbarindo Terus Tingkatkan Kerja Sama Dengan Ditjen Dukcapil

Menurut Ali, majunya sistem pertanian tak hanya ditandai dengan modernisasi pertanian saja, tetapi juga meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan para petani.

Dalam konteks sistem pertanian modern, diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang dapat menunjang usaha tani, mengangkut sarana produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian, baik dari maupun menuju lokasi.

"Jalan usaha tani ini akan mempermudah akses alsintan serta alat angkut lainnya yang dapat menjangkau area persawahan. Jalan pertanian ini akan memutus cost produksi yang besar dan memberi banyak manfaat untuk petani,” jelasnya. [WHY]