Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rapsel Ali: Indonesia Butuh Radar Terbaik

Rabu, 23 November 2022 09:29 WIB
Anggota Komisi VI DPR Muhammad Rapsel Ali (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR Muhammad Rapsel Ali (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memaparkan, saat KTT G20, ada dua pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia dan tidak terdeteksi aplikasi komersial. Namun, TNI tetap mampu mendekeksi keberadaan dua pesawat asing itu.

“Ada pesawat-pesawat, saya tidak ingin menyebutkan (pemiliknya), kedatangan itu tidak terdeteksi aplikasi yang komersil. Tapi dari aplikasi TNI, kita tahu bahwa oh, ini yang datang,” ungkapnya Andika.

Berita Terkait : Ketua IOC Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Hal ini pun ditanggapi serius Anggota Komisi VI DPR Muhammad Rapsel Ali. Politisi asal Sulawesi Selatan ini mendorong AirNav Indonesia, yang merupakan satu-satunya penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia, untuk meningkatkan kemampuannya.

“AirNav masih banyak kekurangan radar meskipun sudah kita setujui memberikan suntikan dana Rp 790 miliar melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN),” ucap Rapsel, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (23/11).

Berita Terkait : Roca Jawab Kebutuhan Masyarakat Urban

Rapsel mengakui, angka itu memang belum bisa maksimal. “Dengan negara kita begitu luas, maka anggaran sebesar itu terlalu sedilkit dibanding dengan keselamatan manusia. Negara kita sangat memerlukan banyak fasilitas radar teknologi tinggi, baik itu untuk militer maupun sipil,” jelasnya.

Politisi Partai NasDem menegaskan, persoalan ini bukan hal sepele. “Jika pertahanan udara bobol, maka pertahanan darat pun juga bisa ikut jebol,” kata Rapsel.

Berita Terkait : G20 Hasilkan Deklarasi Bersama, Presiden: Indonesia Upayakan Solusi Terbaik

Dia menerangkan, radar udara, radar laut, maupun radar darat secara teknologi harus terintegerasi sebagai satu kesatuan. "Terintegrasi dengan alutsista utama sehingga radar sangat dibutuh negara kita,” ujarnya.

Makanya, Rapsel berharap dukungan semua pihak agar Indonesia segera memiliki radar canggih dan terbaik sehingga bisa mendeteksi semua yang masuk wilayah NKRI. "AairNav bukan hanya harus didukung Komisi VI terkait PMN. Tapi juga harus mendapat dukungan dari pihak lain yang menjadi mitra strategis AirNav," tandasnya.■