Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Hadiri Doa Kerukunan Provinsi Banten

Yandri Minta Deklarasi Damai Umat Beragama Sampai Ke Akar Rumput

Senin, 20 Maret 2023 22:53 WIB
Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menghadiri Doa Kerukunan, penandatanganan Prasasti SBSN dan pembukaan Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten di Ballroom Royale Krakatau Hotel Cilegon, Banten, Senin (20/3). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menghadiri Doa Kerukunan, penandatanganan Prasasti SBSN dan pembukaan Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten di Ballroom Royale Krakatau Hotel Cilegon, Banten, Senin (20/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menghadiri Doa Kerukunan, penandatanganan Prasasti SBSN dan pembukaan Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten di Ballroom Royale Krakatau Hotel Cilegon, Banten, Senin (20/3).

Bersamaan dengan itu para tokoh lintas agama (Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindhu, Budha, dan Kong Hu Chu) mengucapkan Deklarasi Damai Umat Beragama yang dipandu Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Banten, AM. Romli.

Sekitar 450 orang yang hadir turut mengucapkan Deklarasi Damai Umat Beragama ini. Deklarasi ini berisi antara lain menyampaikan pesan tentang pentingnya komitmen untuk merawat kebhinnekaan, mengupayakan bersama gerakan moderasi beragama untuk mewujudkan kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.

Juga berisi komitmen untuk menghindari segala bentuk ujaran kebencian, berita bohong, dan tindakan yang dapat mengakibatkan pembelahan sosial akibat polarisasi politik, dan komitmen untuk tidak menggunakan rumah ibadah untuk aktivitas politik praktis sebagaimana tertuang dalam UU Pemilu.

Yandri Susanto menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap Doa Kerukunan dan Deklarasi Damai Umat Beragama, serta penandatangan prasasti SBSN, dan Rakerwil Kemenag Provinsi Banten.

Baca juga : Gandeng Japan Airlines, Bank Mega Gelar Pameran Travel Fair

Dia berharap Deklarasi Damai Umat Beragama bisa didengungkan sampai ke akar rumput.

"Deklarasi Damai Umat Beragama ini jangan hanya didengungkan di gedung ini, tapi yang paling penting adalah bagaimana frekuensi suara Deklarasi Damai Umat Beragama ini sampai ke akar rumput. Sebab, biasanya gesekan terjadi di akar rumput," katanya.

Tampak hadir Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, H. Abdur Rochman, Staf Ahli Gubernur Banten, Agus Setiawan, Kepala Kanwil Kemenag Nanang Fatchurahman, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Prof Dr. H. Wawan Wahyuddin, Ketua FKUB Banten AM Romli, Ketua Umum MUI Banten KH Tb Hamdi Ma’ani, Ketua PWNU Banten KH Bunyamin Hafidz, para penyuluh agama, kepala KUA, kepala madrasah, Ormas Islam (Al Khairiyah, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar, Aisyiyah, Persis), KPU dan Bawaslu Banten.

Yandri mengharapkan makna dan pesan Deklarasi Damai Umat Beragama ini bisa sampai ke akar rumput, yaitu rakyat yang ada di Provinsi Banten.

Makna dan pesan kuat dalam Deklarasi Damai Umat Beragama hari ini, lanjutnya, hendaknya bisa kita tularkan kepada akar rumput, yaitu rakyat yang ada di Provinsi Banten.

Baca juga : Mendagri Minta Kepala Daerah Cek Langsung Ke Lapangan

"Maka, dengan deklarasi ini, kami dari MPR berharap Provinsi Banten bisa menjadi contoh untuk provinsi lainnya di seluruh Indonesia," ujar anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Menurut Yandri, para ulama dan tokoh lintas agama perlu bersatupadu untuk memastikan keberlangsungan dan persatuan Indonesia yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan lainnya.

Sehingga jangan sampai ada yang berpikiran untuk mengubah dasar negara Pancasila, atau memecahbelah NKRI.

"Kalau masih ada pikiran-pikiran seperti itu maka pasti terjadi pergolakan, gesekan, dan pertengkaran yang tidak perlu dan melelahkan kita semua," imbuh anggota DPR dari Daerah Pemilihan Banten II ini meliputi Kabupaten dan kota Serang, serta kota Cilegon ini.

Dia menegaskan bahwa perbedaan sudah pasti ada dan perbedaan-perbedaan itu jangan dipaksakan untuk menjadi sama. Indonesia ada karena adanya perbedaan-perbedaan. Indonesia punya banyak suku, ras, agama, budaya, pulau, warna kulit, bentuk rambut, dan sebagainya.

Baca juga : Pelindo Turunkan Tim Bantu Warga Terdampak Kebakaran Plumpang

"Perbedaan itu sejatinya adalah kebanggaan kita. Kalau kita memaksakan perbedaan itu menjadi persamaan maka kita bakal ribut dan sangat tidak menguntungkan bagi kita. Karena itu, perbedaan harus kita syukuri dan kita rawat," tuturnya.

Perbedaan, lanjut Yandri Susanto, tetap ada termasuk dalam pilihan politik atau memilih presiden dan wakil presiden, anggota legislatif, gubernur, bupati, walikota, dan lainnya. Karena perbedaan itu maka perlu pemilihan umum (Pemilu).

"Pesan saya, dalam Pemilu yang akan datang, pilihan boleh berbeda, warna boleh beda, tetapi di dalam dada kita tetap Merah Putih. Jangan kita korbankan Merah Putih hanya karena persoalan perbedaan pilihan politik," ujarnya.

"Sekali lagi, melalui doa kerukunan dan Deklarasi Damai Umat Beragama ini, tahun politik dan puncaknya Pemilu pada 14 Februari 2024 bukan menjadi sebuah ketakutan tetapi menjadi kegembiraan dan suka cita bagi kita. Mudah-mudahan Provinsi Banten menjadi contoh," pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.