Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Beras Di Seluruh Provinsi Naik
Jokowi: Kita Operasi Pasar Besar-besaran
Jumat, 3 Februari 2023 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah bakal menggelar operasi pasar besar-besaran di semua Provinsi untuk mengendalikan harga beras di pasaran.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi usai mengecek harga-harga bahan pokok di Pasar Baturiti, Kabupaten Tabanan Provinsi, Bali, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.
“Harga beras di semua provinsi memang naik. Kita sedang lakukan operasi pasar bersama Bulog di seluruh provinsi. Terus dilakukan,” ujar Jokowi.
Baca juga : Harga Sembako Naik, Jokowi Ajak Pemda Kendalikan Inflasi
Menurut Jokowi, operasi pasar sudah dilakukan sejak awal Januari 2023. Namun, diakuinya, kegiatan tersebut hanya berdampak sedikit terhadap penurunan harga beras.
“Minggu-minggu ini terus kita lakukan operasi pasar besar-besaran,” tegas Jokowi.
Eks Wali Kota Solo ini mengaku rutin melakukan kunjungan ke pasar untuk mengecek harga sembako selain beras.
Baca juga : Mulai Uji Coba Terbatas, KAI Siap Operasikan KA Makassar - Parepare
“Tadi saya cek harga minyak masih baik, Rp 15 ribu, ada kenaikan dikit. Saya kira biasa naik turun. Kemudian harga-harga yang lain saya lihat stabil, baik,” ungkap Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi telah memanggil Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, untuk melakukan rapat internal membahas stabilisasi harga beras.
Budi Waseso mengatakan, kenaikan harga beras disebabkan kurangnya pasokan. Namun, dia berjanji harga beras di pasar akan kembali murah dalam waktu dekat. Pasalnya, Pemerintah akan menjual beras impor kualitas premium Rp 8.300 per kilogram (kg) di tingkat konsumen.
Baca juga : Jokowi Bebaskan Kaesang
Bulog akan menjual langsung beras ke ritel modern seperti Alfamart dan Indomart dengan harga maksimal Rp 9.450 per kg atau Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, Bulog juga akan membangun kios di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).
Pengamat pertanian Khudori menilai, operasi pasar yang dilakukan tidak bisa langsung menjangkau konsumen. Akibatnya, Pemerintah kesulitan mengontrol harga beras dalam operasi pasar hingga di tangan konsumen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya