Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketagihan Dikritik, DPR Kembali Gelar Lomba Stand Up Comedy

Minggu, 25 Agustus 2019 13:52 WIB
Flyer lomba stand up comedy kritik DPR (Foto: Istimewa)
Flyer lomba stand up comedy kritik DPR (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses mengadakan lomba stand up comedy 'Kritik DPR' tahun lalu, Ketua DPR Bambang Soesatyo kembali menggelar lomba serupa tahun ini. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini ingin mempertegas kepada publik bahwa DPR terbuka dan tidak anti kritik. Lomba digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI dan HUT DPR RI.

"DPR saat ini sudah menjadi parlemen terbuka. Siapa pun boleh menyampaikan kritik kepada DPR tanpa harus merasa takut. Semakin banyak yang mengkritik akan semakin bagus bagi peningkatan kinerja DPR RI,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (25/8).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan, melalui stand up comedy, DPR RI ingin mengajak kaum milenial untuk melek politik sekaligus menyampaikan kritik dengan gaya zaman now. Terlebih saat ini stand up comedy tengah digandrungi masyarakat luas.

Berita Terkait : Meriahkan HUT RI, U Stay Hotels Gelar Lomba Antar Karyawan Dan Tamu

"Tradisi menyampaikan kritik melalui humor harus terus ditumbuhkembangkan di Indonesia. Melalui humor, kritik yang disampaikan akan terasa lebih segar," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, kritik melalui humor sangat efektif. Kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan dapat disuarakan melalui materi yang dibawakan para komika. 

"Seorang stand up comedian yang cerdas mampu membuat orang menertawakan dirinya sendiri, meskipun dia sedang menjadi sasaran kritik tersebut. Lihat saja bagaimana para anggota DPR tertawa terbahak pada lomba stand up comedy tahun lalu, padahal saat itu mereka tengah dijadikan 'sasaran tinju' para komika," tutur Bamsoet.

Berita Terkait : PLN Terus Pulihkan Aliran Listrik, Sebagian Wilayah Sudah Normal

Ketua Panitia lomba stand up comedy 'Kritik DPR', Iwel Sastra, menjelaskan lomba ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. Dari seluruh peserta yang mendaftar, panitia akan memilih 50 peserta untuk mengikuti babak penyisihan. Pendaftaran dilakukan tanpa dipungut biaya apa pun.

"Pembatasan jumlah peserta ini agar dewan juri bisa menikmati penampilan peserta sambil memberikan penilaian. Pembatasan ini juga menjadi seleksi awal, karena kalau tidak dibatasi peserta bisa tembus ratusan," papar Iwel.

Lebih jauh Iwel memaparkan, babak penyisihan akan dilaksanakan pada 5 September 2019. Sedangkan babak final akan dilaksanakan tanggal 10 September 2019. Lokasi lomba mengambil tempat di Gedung Nusantara II DPR.

Berita Terkait : Dalami Pencucian Uang, KPK Kembali Garap Rita Widyasari

"Pendaftaran bisa dilakukan melalui email lombastandupcomedykritikdpr@gmail.com hingga 31 Agustus 2019. Hadiah yang diberikan sangat menggiurkan. Pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp 25 juta, pemenang kedua mendapatkan hadiah Rp 15 juta, dan pemenang ketiga mendapatkan hadiah Rp 10 juta. Mari beramai-ramai mengkritik DPR tanpa perlu takut ditangkap," pungkas Iwel. [USU]