Dark/Light Mode

DPD Dorong Diplomasi dan Kerjasama Parlemen dengan Iran

Selasa, 27 Agustus 2019 17:30 WIB
Wakil Ketua DPD Nono Sampono (kedua kanan) dalam Pertemuan dengan Ketua Komisi Hukum dan Peradilan Parlemen Republik Islam Iran, Allahyaar Malekshahi (ketiga kanan) di Ruang Delegasi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/8). (Foto: Humas DPD).
Wakil Ketua DPD Nono Sampono (kedua kanan) dalam Pertemuan dengan Ketua Komisi Hukum dan Peradilan Parlemen Republik Islam Iran, Allahyaar Malekshahi (ketiga kanan) di Ruang Delegasi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/8). (Foto: Humas DPD).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengatakan diplomasi parlemen sangat penting dalam rangka hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang perdagangan dan ekonomi antara Indonesia dengan Iran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD Nono Sampono dalam Pertemuan dengan Ketua Komisi Hukum dan Peradilan Parlemen Republik Islam Iran, Allahyaar Malekshahi di Ruang Delegasi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/8).

“Pada masa lalu yg terdepan adalah eksekutif, tetapi sekarang parlemen memegang isu strategis karena parlemen memberi dukungan politik, membuat payung hukum, dan mengawasi pemerintahan sampai menentukan berapa anggaran yang diperlukan pemerintah," katanya.

"Diplomasi parlemen sangat penting, terbukti delegasi dari Iran bertemu dengan kami di sini,” ujar Nono Sampono.

Berita Terkait : DPD : Pemindahan Ibu Kota Perlu Dibarengi PLTN dan Trans Kalimantan

Lebih lanjut Senator asal Maluku tersebut berujar, Iran dan Indonesia memiliki banyak kesamaan sebagai sesama negara muslim terbesar di dunia. Iran dan Indonesia masing-masing punya kepentingan nasional sendiri, tetapi juga kepentingan bersama.

“Rasanya belum ada perbedaan apapun antara Iran dan Indonesia khususnya dunia Islam. Sebagai parlemen, kami akan memberikan kontribusi yang besar antara lain hubungan yang baik dengan pemerintah”, terang Nono Sampono.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Hukum dan Peradilan Parlemen Republik Islam Iran, Allahyaar Malekshahi menerangkan hubungan antar parlemen kedua negara telah terjalin sejak lama.

“Komunikasi dan interaksi yang intens antara kedua parlemen harus terus dikembangkan, dan kedua parlemen negara dapat menjalankan peran diplomasi meningkatkan ekonomi,” ucapnya.

Berita Terkait : Ketua DPD Desak Percepatan Penetapan Batas Wilayah Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang

Perwakilan Parlemen Iran tersebut mengatakan adanya sanksi sepihak dari Amerika Serikat mempengaruhi ekonomi Iran dan Indonesia.

“Iran sebelumnya adalah importir utama CPO dan kertas Indonesia, tetapi karena adanya hambatan tersebut, saat ini Singapura menggantikan Indonesia,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Nono Sampono didampingi Sekretaris Jenderal DPD RI, Reydonnyzar ‘Donny’ Moenek.

Pada kesempatan itu, Donny menyatakan dukungan administratif dan keahlian dalam menjalin hubungan parlemen kedua negara.

Berita Terkait : Bagi Anggota DPD 2019-2024 Terpilih Harus Terus Perjuangkan Daerah 

“Kita sangat mengapresiasi hubungan baik kedua negara untuk menindaklanjuti komitmen bersama. Adanya kesamaan pemahaman masalah global, termasuk masalah perdagangan,” pungkasnya.[SRI]