Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bamsoet Ajak FKPPI Banjarnegara Jaga & Bela Pancasila dari Segala Ancaman
Kamis, 25 Januari 2024 22:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, perkembangan zaman adalah sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari. Seiring perjalanan waktu, tatanan kehidupan akan terus mengalami pergeseran dan perubahan, melahirkan paradigma baru pada berbagai aspek kehidupan. Rangkaian momentum sejarah akan melahirkan ragam peradaban dan membentuk periodisasi zaman, ketika setiap periodisasi zaman akan menghadirkan tantangan yang terus berkembang secara dinamis.
"Perkembangan zaman akan berdampak pada pergeseran paradigma, dimana kemajuan teknologi mengubah tatanan konvensional yang sebelumnya kita asumsikan sebagai sebuah standar kemapanan. Perkembangan zaman juga membawa dampak pada aspek kehidupan sosial, dimana masyarakat menjadi semakin cenderung bersikap individualistik," ujar Bamsoet, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR hari ke-8 dalam kunjungannya ke Dapil VII Jawa Tengah bersama FKPPI Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (25/1).
Acara dihadiri Ketua FKPPI Banjarnegara Heron Kristanto, Sekretaris FKPPI Banjarnegara Agus Pamuji serta para anggota FKPPI Banjarnegara.
Baca juga : Temui Kader LDII Banjarnegara, Bamsoet Ajak Tolak Isu SARA dalam Pemilu
Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, fakta bahwa kemajuan teknologi menawarkan kemudahan dalam banyak hal, sedikit banyak telah mengurangi interaksi sosial antar sesama. Dalam hal ini, kemajuan teknologi telah mereduksi ketergantungan terhadap peran individu lain dalam sistem sosial kemasyarakatan. Dari sinilah sikap egois dan anti sosial dapat tumbuh berkembang dan membudaya dalam kehidupan masyarakat.
"Menonjolnya individualisme dalam sistem sosial, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti akan berpengaruh pada tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Sampai pada tahap ini, mungkin akan timbul pertanyaan, di mana peran Pancasila sebagai pandangan hidup, ideologi dan dasar negara?" kata Bamsoet.
Dosen pascasarjana Politik dan Strategi Keamanan Universitas Pertahanan ini menjelaskan, Pancasila hanya akan bermakna ketika kehadirannya dapat dirasakan dalam setiap denyut nadi dan tarikan napas kehidupan masyarakat. Pancasila harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata agar tidak menjadi konsep yang hanya hidup di awang-awang, atau hanya menjadi hapalan rumusan sila-sila di luar kepala.
Baca juga : Bamsoet Ajak Kader PP Implementasikan Nilai Pancasila dalam Pemilu Damai
"Saat ini di tengah tekanan arus globalisasi di era disrupsi, dimana informasi global dapat dengan leluasa kita akses tanpa filter, maka membumikan Pancasila akan dihadapkan pada berbagai tantangan. Atas nama modernitas zaman, globalisasi telah menawarkan nilai-nilai, paham, konsep dan gagasan yang dikemas seakan-akan 'lebih menarik' daripada nilai-nilai Pancasila," urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, ketika kemajuan teknologi informasi telah 'memfasilitasi' masuknya arus informasi global, dan membuka pintu bagi masuknya beragam paham dan nilai-nilai asing, perlu dibangun benteng jati diri dalam bentuk penguatan karakter bangsa. Bila lalai dan abai, nilai-nilai global yang tidak selaras dengan jati diri dan kepribadian bangsa akan merongrong dan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan kebangsaan.
"Dalam konteks ini, saya sangat mengapresiasi peran dan kontribusi segenap kader FKPPI yang tetap setia dan komit untuk berada di garda terdepan membela Pancasila dari berbagai ancaman, rongrongan dan segala upaya untuk menegasikan nilai-nilai luhur Pancasila," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya