Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu Apindo Purbalingga, Bamsoet Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pekerja
Rabu, 7 Februari 2024 13:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Kepala Badan Polhukam Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pemerintah daerah di wilayah mana pun agar senantiasa melibatkan serikat pekerja dan pengusaha dalam menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Sehingga tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan dan UMK yang ditetapkan juga memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak.
Di Jawa Tengah, UMK Tahun 2024 untuk berbagai kabupaten/kota telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jateng Nomor 561/57 Tahun 2023 tanggal 30 November 2023. UMK tertinggi Kota Semarang sebesar Rp 3.243.969. Sementara UMK terendah adalah Kabupaten Banjarnegara, yakni Rp 2.038.005,00.
Baca juga : Bamsoet Desak Gubernur Tetapkan Tarif Batas Atas-Bawah Ojol Secara Berkeadilan
Untuk Kabupaten Purbalingga, kenaikan UMK tahun ini hanya 3,19 persen, dari Rp 2.130.980 menjadi Rp 2.195.571. Ke depan, Bamsoet berharap, kenaikannya bisa mencapai 5 bahkan 10 persen.
“Kenaikan UMK pada akhirnya juga dapat menguntungkan pengusaha, karena para pekerja bisa lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan loyalitasnya terhadap perusahaan," ujar Bamsoet, dalam kunjungan hari ke-21 di Dapil VII Jawa Tengah saat Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (7/2). Turut hadir antara lain Ketua Apindo Purbalingga Rocky Jungjunan dan Anggota Apindo se-Kabupaten Purbalingga.
Baca juga : Erick Thohir Dorong BUMN Jadi Pioner Peningkatan Kesehatan Mental
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, selain faktor eksternal dunia, kondisi perekonomian nasional juga dipengaruhi faktor internal, seperti kondisi sosial dan politik. Misalnya Pemilu 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Di satu sisi, maraknya aktivitas belanja kampanye dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia, dengan suntikan dana yang diperkirakan mencapai Rp 118,9 triliun sampai Rp 270,3 triliun.
"Namun di sisi lain, hasil dari Pemilu 2024 nantinya akan lebih mempengaruhi perekonomian nasional secara lebih fundamental. Kebijakan rezim pemerintahan baru di bidang ekonomi dan kondisi politik nasional pasca Pemilu, akan mempengaruhi respon pasar, serta menjadi faktor pertimbangan penting bagi masuknya investasi," jelas Bamsoet.
Baca juga : Erick: Bayar Dengan Peningkatan Kinerja
Legislator dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menerangkan, di sinilah pentingnya implementasi nilai-nilai dan wawasan kebangsaan, untuk menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi yang bermartabat. Pemilu yang berintegritas, jujur dan adil, harus menjadi komitmen kolektif seluruh kontestan peserta Pemilu serta penyelenggara Pemilu, sekaligus juga berbagai kelompok masyarakat seperti kalangan pengusaha dan pekerja.
"Kedewasaan menerima hasil kontestasi harus menjadi budaya politik nasional. Persatuan dan keutuhan bangsa, semangat kebersamaan dan soliditas, harus ditempatkan sebagai prioritas utama," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya