Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketua MPR: Ciptakan Iklim Investasi Sehat Agar Investor Asing Berbondong Datang ke Indonesia
Selasa, 19 November 2019 14:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika Utara, seperti Maroko, punya peluang besar untuk ditingkatkan. Khususnya dalam menarik investor. Setelah Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi dan meneduhkan suasana politik, kini tugas berat Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju untuk fokus mendukungnya dengan menciptakan iklim investasi yang sehat.
"Dukungan legislatif terhadap Presiden Joko Widodo juga kuat, khususnya dalam pembahasan Omnibus Law agar bisa menarik investor datang ke Indonesia pada 2020. Dengan stabilnya kondisi politik dan kuatnya dukungan legislatif, relatif kinerja Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju menjadi lebih mudah dalam melakukan akselerasi. Karena itu, jangan sia-siakan momentum ini. Mari ciptakan iklim investasi yang sehat, khususnya dalam perizinan dan perpajakan yang kompetitif, sehingga investor berbondong-bondong datang ke Indonesia," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini saat bertemu Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Selasa (19/11).
Baca juga : Ketua MPR: Jangan Sampai Desa Fiktif Ganggu Program Dana Desa
Bamsoet tidak ingin peluang besar masuknya investor terhambat hanya karena proses perizinan yang rumit dan berbelit. Padahal, sebagaimana disampaikan Benabdellah, berbagai negara sudah ingin investasi ke Indonesia, namun kebanyakan masih menunggu action berupa regulasi yang memudahkan.
"Presiden Joko Widodo dengan tegas sudah memerintahkan jajaran Tim Ekonomi maupun pemerintah daerah untuk mempermudah investor. Jangan sampai terkesan Presiden Joko Widodo bekerja sendirian. Dukungan Tim Ekonomi yang fokus mengurus perekonomian, ditunjang dengan legislatif yang mengurus politiknya, akan semakin memperkuat Presiden Joko Widodo dalam membangun perekonomian nasional. Investor datang, lapangan pekerjaan semakin terbuka, kesejahteraan rakyat pada akhirnya akan meningkat," tutur Bamsoet.
Baca juga : Jepang Genjot Investasi Teknologi dan Infrastruktur Dengan Indonesia
Khusus mengenai hubungan dagang Indonesia dengan Maroko, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Indonesia di 2018 sebesar 5.621 juta dolar AS bisa diseimbangkan di periode mendatang. Dengan nilai total perdagangan kedua negara di tahun 2018 mencapai 175.985 juta dolar AS, potensi perdagangan kedua negara masih terbuka lebar.
"Selain ingin berinvestasi di Indonesia, Maroko juga membuka peluang perusahaan-perusahaan Indonesia berinvestasi disana. Maroko menjamin pajak dan perizinan yang mudah. Peluang ini harus segera ditangkap oleh Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju, sehingga bisa menjembatani perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya BUMN, untuk ekspansi ke Maroko," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya