Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penyelenggaraan Haji Tahun Ini
Senayan Beri Pujian Sekaligus Kritikan
Jumat, 9 Agustus 2024 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Menurutnya, ibadah haji tahun ini cukup banyak mendapat pujian, meski ada juga pihak yang memberi penilaian negatif.
Itu hal biasa karena memang tidak ada yang sempurna. “Sikapi secara positif. Tujuannya untuk perbaikan ke depan,” tuturnya.
Dia bilang, tidak mudah menyelenggarakan ibadah haji. Menggerakkan jemaah berjumlah 241.000 dalam waktu yang sama dan tempat yang sama bukanlah perkara gampang. Tentu saja dibutuhkan perencanaan matang, metode, teori, untuk memastikan sistem dapat berjalan baik.
“Mungkin menurut kita sistemnya sudah bagus. Tapi bisa saja di lapangan bertemu kondisi yang menyebabkan kurang maksimal,” ucapnya.
Ashabul Kahfi lalu mencontohkan masalah penerbangan. Tidak pernah ada yang menyangka kalau akan terjadi delay begitu panjang. Walau demikian, dia memberikan apresiasi atas atas penyelenggaraan haji tahun ini.
Baca juga : Pelni Bersiap Ganti Kapal Berusia Uzur
“Kami dari Komisi VIII menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder atas penyelenggaraan haji tahun ini,” tandasnya.
Terpisah, tokoh muda Muhammadiyah Sunanto menilai, penyelenggaraan haji tahun ini dinilai sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket di DPR dirasa kurang tepat, bahkan terkesan mencari-cari kesalahan Pemerintah.
“Secara teknis pelaksanaan haji tahun ini mengalami kemajuan luar biasa dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” katanya.
Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini mengatakan, persoalan haji sebenarnya dari dulu dan sekarang masih sama, seperti di Mina saat mabit, jemaah berjubel, tempatnya sedikit, tidak mungkin menampung semuanya.
Baca juga : Pengusaha China Dan Jepang Siap Garap Properti Di IKN
Begitu juga saat wuquf, jemaah datang dari berbagai negara, sementara tempatnya sangat terbatas.
Walau demikian, dia meyakini Pemerintah telah memberikan pelayanan luar biasa kepada para jemaah haji. Mulai dari pelayanan ramah terhadap lansia sesuai tema haji tahun ini, rekrutmen petugas haji secara terbuka dan ketat. Paling penting, inovasi terus menerus dilakukan untuk mengatasi sengkarut pelaksanaan haji di Arab Saudi.
Cak Nanto mengatakan, perbedaan fasilitas antara jemaah haji reguler, khusus, serta jemaah dari negara lain, bukan karena kebijakan Pemerintah. Hal tersebut telah ditentukan oleh Kerajaan Arab Saudi selaku tuan rumah. Upaya Pemerintah membenahi penyelenggaraan haji ini mestinya tidak disambut dengan Pansus Hak Angket.
“Mungkin kalau periode lalu (haji tahun 2023), Pansus ini agak cocok karena ada kejadian di Musdalifah. Tapi sekarang kan sudah tidak ada lagi persoalan berarti dan penanganannya sudah dilakukan. Jadi artinya sudah terlambat dan terkesan mencari-cari (kesalahan, red),” katanya.
Mantan Sekjen PKB Lukman Edy juga menolak jika persoalan haji dipolitisasi. Sebab, haji ini urusan ibadah bagi umat Islam, ada dimensi ketakwaan dan keikhlasan di dalamnya.
Baca juga : DPRD: Please, Perbanyak Terowongan Bawah Tanah
“Jadi kalau ada pihak-pihak yang mencari manfaat dengan melakukan politisasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah untuk perbaikan ke depan, harus kita tolak,” tegasnya.
Lukman meyakini, sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadikan haji ini sebagai bagian dari bisnis.
“Saya yakin ini bagian dari pelayanan (Pemerintah) kepada umat dan bagian dari pelayanan kepada Tuhan. Tidak ada dimensi-dimensi bisnis di dalamnya. Saya kira agak jahat kalau persoalan haji ini dipolitisasi,” sebutnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya