Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan masih menyoroti pengalokasian dana pendidikan 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah diminta berupaya serius memperbaiki sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita.
Anggota Badan Anggaran DPR Andi Akmal Pasluddin mengatakan, perbaikan sistem pendidikan ini penting karena sejak tahun 2020, realisasi anggaran pendidikan ini belum optimal terserap penuh.
“Masih ada persoalan jumlah ruang kelas rusak di sekolah negeri yang meningkat 26 persen atau setara 250.000 unit dalam setahun terakhir. Lalu, melambungnya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini harus segera diselesaikan ke depan,” wantinya.
Anggota Komisi IV DPR ini menilai, kurang optimalnya kinerja anggaran 20 persen APBN untuk pendidikan telah berdampak besar pada kualitas SDM dalam negeri. Sehingga yang terjadi, SDM anak bangsa masih tertinggal dari negara-negara lain, bahkan di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : APBN 2025 Dirancang Untuk Menjaga Perekonomian Stabil
Maka dari itu, peningkatan Indeks Modal Manusia (IMM) menjadi 0,56 pada tahun 2025 merupakan target yang memerlukan perencanaan yang komprehensif dan integratif. “Pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk perbaikan kurikulum pendidikan serta mengurangi ketidaksetaraan akses pendidikan,” serunya.
Andi Akmal menuturkan, 20 persen APBN untuk pendidikan ini jelas tertuang pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat 4. Karena itu, mandatory spending ini mesti benar-benar dapat sesuai yang direncanakan dan tepat sasaran. Pengalokasian dana pendidikan ini harus sejalan dengan semangat pendidikan sebagai pondasi pembangunan nasional.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengklaim, dalam kurun waktu 10 tahun ini, pihaknya telah berhasil menurunkan disparitas terhadap akses pendidikan. Ini tak lepas dari perbaikan sistem pendidikan yang kini menjadi lebih adaptif dan berkeadilan.
Kemudian perhatian khusus yang diberikan pada anak-anak yang sempat putus sekolah akibat pandemi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sehingga hasilnya, Pogram KIP selama 10 tahun ini telah membantu banyak siswa melanjutkan sekolah dan menurunkan disparitas antara keluarga miskin dan kaya.
Baca juga : IPO Holding Mind ID Tunggu Arahan Kementerian BUMN
“Kami juga mendukung keluarga miskin dengan membantu membayar uang kuliah, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu lebih berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kemendikbudristek, sambung Suharti, juga menaruh perhatian serius terhadap di daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terpencil. Berbagai upaya afirmasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Mulai dari penguatan kapasitas guru melalui upskilling dan reskilling, program Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak berprestasi.
Di sisi lain, intervensi dilakukan melalui Asesmen Nasional untuk menilai dan membantu sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. “Program seperti Kampus Mengajar tidak hanya membantu guru di daerah 3T tetapi juga menginspirasi siswa melalui kehadiran mahasiswa,” klaimnya.
Hal lainnya, kebijakan Kemendikbudristek menerapkan kurikulum darurat yang kemudian dikembangkan menjadi Kurikulum Merdeka juga menuai hasil positif. Selama tiga tahun implementasinya, kurikulum ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi dan numerasi dibandingkan dengan sekolah yang baru menerapkannya.
Baca juga : Maksimalkan BLK Untuk Lapangan Pekerjaan Baru
“Sekolah-sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka selama 3 tahun, literasi dan numerasi lebih unggul dibanding yang baru menerapkan 2 tahun apalagi 1 tahun,” tegasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 22 September 2024 dengan judul Bangun SDM Berkualitas, Perbaiki Sistem Pendidikan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya