Dark/Light Mode

Kurangi Impor Gas, Golkar Dukung Rencana Menteri ESDM Bangun Pabrik LPG

Sabtu, 16 November 2024 17:10 WIB
Ilustrasi pabrik LPG. (Foto: Pertamina Patra Niaga)
Ilustrasi pabrik LPG. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR Mukhtaruddin mendorong hilirisasi Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji di Tanah Air. Kata dia, hilirisasi ini penting untuk mengurangi impor gas elpiji yang selama ini masih tinggi.

Karena itu, kata dia, rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merealisasikan target investasi pembangunan pabrik LPG berkapasitas 2 juta ton mulai Januari 2025 merupakan kebijakan yang tepat untuk mendorong pemenuhan gas di dalam negeri.

"Pembangunan LPG ini penting guna untuk mempercepat industrialisasi," ujar Mukhtarudin, dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).

Baca juga : Peduli Anak Muda, Penulis Novel Dukung Isrullah-Usman Menang Pilkada Lutim

Politisi Partai Golkar ini menilai, langkah Bahlil itu merupakan kebijakan yang baik untuk pemenuhan gas di dalam negeri. Apalagi, Indonesia memiliki stok cadangan bahan baku yang melimpah. Sekitar 1,8 juta propana (C3) dan butana (C4) yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi gas elpijo tersebut.

"Fraksi Golkar DPR berharap, Pemerintah fokus menggunakan bahan baku dalam negeri. Dengan begitu, komitmen kita mengurangi angka impor LPG terwujud," pungkasnya.

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan, target realisasi investasi pembangunan pabrik LPG berkapasitas 2 juta ton akan dimulai pada awal 2025. Investasi pembangunan pabrik itu akan dilakukan secara terbuka.

Baca juga : Kedubes Iran: Serangan Israel Melanggar Hukum Internasional Dan Piagam PBB

"Artinya, pembangunan pabrik tak akan bergantung kepada Pertamina (Persero), selaku BUMN di sektor migas," kata Bahlil.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi LPG Indonesia mencapai 1,9 juta ton per tahun. Sementara, konsumsi LPG mencapai 8 juta ton per tahun. Ini berarti Indonesia masih impor LPG sekitar 6,1 juta ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Jika pabrik LPG baru sudah terbangun, impor bisa ditekan ke level 4 juta ton per tahun," yakin Menteri Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.