Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komisi X Soroti 573 Kasus Kekerasan di Sekolah, Indonesia Dalam Situasi Darurat
Senin, 30 Desember 2024 08:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani menyebut, Indonesia tengah mengalami darurat kekerasan. Sebab, sepanjang 2024, terjadi 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan. Pemerintah diminta melakukan perbaikan sistem pendidikan.
Data itu mengacu pada laporan tentang jumlah kekerasan di lembaga pendidikan selama 2024 yang dirilis Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) di Jakarta, pada Jumat (27/12/).
"Data ini menunjukkan bahwa jumlah kekerasan di lembaga pendidikan sangat tinggi. Ini sangat memprihatinkan. Indonesia sudah masuk darurat kekerasan," terangnya dalam keterangannnya Senin (30/12).
Ia menyebut, jumlah kekerasan di lingkungan pendidikan pada 2024 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2023 jumlah kekerasan di sekolah mencapai 285 kasus. Di tahun 2022 194 kasus, di 2021 142 kasus, dan 2020 sebanyak 91 kasus.
Baca juga : 3 Ditarik, Ini Skuad Indonesia Di Ajang Malaysia Open
Yang semakin memprihatinkan lagi, katanya, kekerasan tersebut tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di lembaga pendidikan berbasis agama, seperti madrasah dan pesantren. Walaupun dilakukan pengawasan selama 24 jam, tetap terjadi kekerasan di pesantren.
"Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau merujuk data JPPI, setiap hari terjadi kekerasan di lembaga pendidikan. Ini kan sangat menyedihkan," papar legislator asal Dapil Nusata Tenggara Barat (NTB) II itu.
Kasus kekerasan itu terus berulang. Bahkan, rekaman video kekerasan menyebar luas di media sosial. Semua orang yang melihat tindak kekerasan itu pasti akan mengelus dada dan merasa prihatin terhadap peristiwa tersebut. Begitu brutal kekerasan itu terjadi
Ia pun mengajak semua pihak terkait untuk turun tangan mengatasi persoalan yang sangat mengkhawatirkan itu. Pemerintah harus melakukan perbaikan terhadap sistem pendidikan yang ada sekarang.
Baca juga : Pelindo Solusi Logistik Dukung Kelestarian & Pengolahan Tanaman Langka Kalimantan Barat
Tidak hanya Pemerintah, lembaga pendidikan, baik sekolah, madrasah, dan pesantren juga harus melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga mereka masing-masing.
"Ini menjadi tanggung jawab dan tugas kita bersama untuk melakukan perbaikan. Kalau dibiarkan akan semakin banyak kekerasan terjadi," bebernya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik. Mengajarkan budi pekerti dan akhlak yang baik kepada anak mereka. Kasih sayang kepada sesama harus ditanamkan dalam diri anak sejak dini.
Selain itu, orang tua juga perlu melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Baik pengawasan terhadap pergaulan mereka dan pengawasan dalam penggunaan media digital. Jangan sampai mereka terpangaruh adegan kekerasan yang mereka tonton di media.
Baca juga : Kapolri Minta Direktorat PPA Dan PPO Tekan Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak
"Yang tidak kalah penting, orang dewasa, baik orang tua, guru, dan pengasuh harus menjadi contoh bagi anak. Kita berharap tindak kekerasan tidak terjadi lagi," pungkasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya