Dark/Light Mode

Temui Menteri Lingkungan Hidup, Eddy Soeparno Dorong Optimalisasi CCS Untuk Mitigasi Iklim

Sabtu, 8 Maret 2025 20:51 WIB
Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno (kanan) saat menemui Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (7/3/2025). (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno (kanan) saat menemui Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (7/3/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno menemui Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian LH, di Jakarta Jum'at (7/3/2025). 

Eddy menjelaskan pertemuan ini dilakukan untuk membahas akselerasi ekonomi karbon nasional, seperti perdagangan karbon, optimalisasi aset karbon nasional, termasuk Carbon Capture and Storage (CCS), untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sekaligus upaya pengurangan emisi karbon. 

Menurut Doktor Ilmu Politik ini, Nature-Based Solutions (NBS) dan Engineered-Based Solutions (EBS) dinilai sebagai pendekatan yang saling melengkapi guna mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. 

Baca juga : Jakarta Dan Bekasi Dikepung Banjir, Eddy Soeparno Perlu Manajemen Krisis Atasi Dampak Perubahan Iklim

Dalam pertemuan tersebut, Eddy menegaskan pentingnya dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dalam optimalisasi perizinan lingkungan, pembinaan tata laksana Nilai Ekonomi Karbon (NEK), serta perumusan roadmap CCS yang komprehensif. 

"Peran aktif pemerintah, khususnya Kementerian LH akan mempercepat optimalisasi ekonomi karbon nasional dan juga implementasi CCS di Indonesia sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor industri dan energi," ujar Eddy

“Kami melihat optimalisasi potensi ekonomi karbon serta CCS merupakan solusi yang relevan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Eddy.

Baca juga : Menteri Lingkungan Hidup Umumkan Penghentian Open Dumping di 343 TPA

Waketum PAN ini menjelaskan, jika  ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen tanpa mengorbankan lingkungan, maka peningkatan volume perdagangan karbon, elektrifikasi transportasi, konservasi hutan dan pengembangan teknologi seperti CCS harus menjadi bagian dari strategi nasional.

"Karena itu sinergi antar kementerian sangat penting dalam mempercepat realisasi ekonomi karbon khususnya low carbon business di Indonesia,"ujar Eddy.

“Kita membutuhkan regulasi yang lebih adaptif dan dukungan kebijakan yang memungkinkan investasi di sektor ini tumbuh. Oleh karena itu, optimalisasi perizinan lingkungan, pembinaan tata kelola NEK, dan rancangan carbon roadmap harus menjadi prioritas bersama,” tambahnya. 

Baca juga : Lippo Cikarang Cosmopolis Hadirkan Taman Anabul

Eddy menambahkan, kontribusi ekonomi karbon terhadap pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja serta investasi asing sangat instrumental. 

"MPR adalah rumah kolaborasi dan kami siap berkolaborasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.