Dark/Light Mode

Kasus Kematian Mahasiswa Sospol UKI

DPR Dukung Polda Metro Ungkap Seterang-terangnya

Jumat, 2 Mei 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi III DPR Nabiel Husien Said Amin Al­rasydi. (Foto: Instagram/nabilhusien99).
Anggota Komisi III DPR Nabiel Husien Said Amin Al­rasydi. (Foto: Instagram/nabilhusien99).

 Sebelumnya 
Saksi mengaku sempat mena­han T dan G, namun G terlepas dari rangkulannya saat kejadian. “Namun saksi tidak mengetahui apa yang dilakukan,” ujarnya.

Terungkap juga keterangan saksi EG yang melihat saudara G memukul bagian wajah kor­ban sekali sehingga terjatuh ber­sama dengan pagar. Saksi juga melihat T menendang tubuh korban pada bagian punggung sebanyak satu kali sehingga korban terjatuh.

“Ini keterangan dari EG yang mana kami sampaikan bahwa saksi ini belum pernah diambil keterangan oleh Polres Jakarta Timur. Baru munculnya kema­rin pada 28 April, baru diantar ke Polda Metro Jaya oleh pengacaranya. Kami juga tidak tahu, kenapa baru diantar dan ini juga tiba-tiba muncul,” ungkapnya.

Hanya saja, ketika pihaknya mengkonfrontir keterangan EG ini ke saksi E, didapatkan informasi bahwa saudara E tidak melihat adanya saudara G memukul korban hingga terjatuh bersama dengan pagar. E juga tidak melihat T melakukan atau menendang tubuh korban hingga terjatuh serta membenturkan kepala korban sebanyak tiga kali.

Baca juga : Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, BRI Catatkan Laba Rp 13,8 Triliun

“Kami selanjutnya meren­canakan tindak lanjut akan melakukan konfrontir terhadap saudara EG dan saudara E ini untuk memastikan peristiwanya seperti apa ketika itu,” ungkap Kombes Wira.

Kombes Wira menambah­kan, pihaknya selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi sekuriti terutama yang berada di tempat kejadian. Pihaknya juga akan melakukan rekonstruksi dengan melibatkan penyidik Polres Jakarta Timur.

“Kami memiliki komitmen mengungkap kasus ini secara transparan. Karena ini menyangkut penghilangan nyawa demi rasa keadilan bagi semuanya,” tegasnya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly memastikan pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan sebanyak 47 saksi, saksi ahli dari Universitas Trisakti, CCTV, uji laboratorium, prarekonstruk­si, dan rekonstruksi guna mendalami kasus kematian Kenzha.

Baca juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 13,2 T

Dalam memastikan transparansi kasus, Kombes Nicolas juga memastikan telah menerima audiensi dari para maha­siswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UKI dan perwakilan keluarga pada saat demonstrasi 21 Maret lalu.

Dalam audiensi itu, pihaknya menjelaskan secara gamblang langkah-langkah yang telah diambil pihaknya dalam mengungkap kasus ini. Bahkan pi­haknya telah memeriksa saksi kunci yang diserahkan pihak keluarga berinisial EG pada

“Intinya, kami sudah transparan menyampaikan kepada perwakilan anak-anak UKI dan juga keluarga korban tindakan dari Polres Jakarta Timur yang sudah kami lakukan dan rencana tindak tindak lanjut kami ini,” ungkapnya.

Kombes Nicolas juga memas­tikan tidak ada pengeroyokan yang dialami korban. Diakuinya, memang penyelidik menemukan ada potongan video yang menye­bar di media terkait kematian Kenzha, namun setelah diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), ternyata video itu telah dimodifikasi.

Baca juga : RI Tancap Gas Bangun Ekosistem AI Dan Chip

“Nanti ada hasilnya dari itu, dan tidak terlihat bahwa terjadi pengeroyokan. Keributan iya, tetapi tidak terjadi pengeroyo­kan yang seperti yang disampai­kan,” ungkapnya. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Jumat, 2 Mei 2025 dengan judul "Kasus Kematian Mahasiswa Sospol UKI, DPR Dukung Polda Metro Ungkap Seterang-terangnya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.