Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah mengatakan, tenun Garut memiliki prospek yang cukup bagus ke depan. Sebab, perajin tenun Garut telah melakukan pengembangan produk dengan inovasi-inovasi dan motif-motif baru untuk tenun Garut.
"Kalau kita lihat tenun Garut ini cukup bagus. Dengan tenun-tenun lain, tenun Garut sudah bagus. Apalagi ada inovasi-inovasi dari motif-motif yang ada. Perajin tenun Garut sudah mengembangkan motif-motif baru untuk produksinya," katanya saat melihat produksi tenun Garut Sutera Alam Soleh (SAS) di Garut, Jawa Barat, Jumat (9/5/2025).
Dalam kunjungan itu Siti Fauziah didampingi Hayun, pengusaha tenun Garut SAS. Meski memiliki prospek bagus, perajin tenun Garut menghadapi kendala.
Hayun mengakui adanya kendala bahan baku untuk produksi tenun Garut.
Baca juga : Menkop Budi Tegaskan Kopdes Dibangun Secara Prudent, Bukan Sekadar Bantuan
"Sekarang sulit mendapatkan bahan baku benang sutera. Memang ada yang menawarkan benang sutera, tapi harus impor dan harganya cukup tinggi," tuturnya.
Selain kendala bahan baku benang sutera, Hayun juga mengungkapkan saat ini produksi tenun Garut SAS sedang berhenti karena tidak ada permintaan tenun Garut dari Medan.
"Sudah dua bulan ini tidak ada pengiriman ke Medan karena tidak ada permintaan. Karena itu produksi tenun Garut sementara berhenti," ujarnya.
Siti Fauziah sangat menyayangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seperti pengusaha tenun Garut, menghadapi kendala ketersediaan atau sulitnya mendapatkan bahan baku benang sutera. Karena itu perlu dicari solusi atau jalan keluar agar pengusaha tenun Garut memperoleh bahan baku yang berkualitas dengan harga yang tidak terlalu tinggi.
Baca juga : KPK Tegaskan Penyidikan Kasus Hasto Sesuai Prosedur
"Dari sisi produksi dan lainnya, UMKM seperti pengusaha tenun Garut mampu menjalankan produksinya. Semoga pemerintah (pusat dan daerah) bisa memfasilitasi kemudahan bagi UMKM seperti perajin tenun Garut ini memperoleh bahan baku," katanya.
Menurut Siti Fauziah, kendala memperoleh bahan baku ini akan mempengaruhi produksi tenun Garut. Selain itu, ketersediaan dan kesulitan memperoleh bahan baku juga akan membuat harga jual menjadi lebih tinggi.
Ibu Titi, sapaan Siti Fauziah, juga mengakui daya beli masyarakat sedang turun. Daya beli masyarakat yang turun ini menyebabkan permintaan dan kebutuhan juga turun.
Hayun mengungkapkan Sutera Alam Soleh (SAS) merupakan usaha keluarga yang diawali dari sang kakek, (Alm) H. Aman Sahuri, pelopor sutera di Kabupaten Garut sekitar tahun 1995, yang kemudian usahanya diteruskan sang anak, almarhum Soleh, dan sekarang diteruskan putra - putrinya termasuk Hayun.
Baca juga : Setelah Bahagiakan Buruh, Prabowo Sayangi Guru
Produksi tenun Garut SAS masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau tradisional. Terdapat sekitar 80 alat tenun tradisional yang mempekerjakan sekitar 80 orang perajin tenun dari daerah sekitar, dan menghasilkan 150 lembar kain dalam seminggu baik tenun songket maupun tenun bulu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya