Dark/Light Mode

Catatan Dede Yusuf

Pendidikan Anak Paling Tepat Lewat Pramuka-BPIP

Rabu, 9 Juli 2025 16:20 WIB
Dede Yusuf Macan Effendi.
Dede Yusuf Macan Effendi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia sudah final. Tinggal bagaimana kandungan dalam Pancasila itu harus diamalkan oleh setiap Warga Negara Indonesia. Bentuk pengamalannya harus dikelola secara intens, kontinyu, dan bertanggung jawab. 

Sejatinya, saat ini negara sudah memiliki Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Lembaga pembinaan tersebut adalah penerus BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada Orde Baru, dan UKP-PIP (Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila) pada 2017. Sepengalaman saya, BPIP cukup bagus dan dibutuhkan. 

Suka atau tidak, BPIP adalah bagian dari Pemerintah. Namun, dia tidak bisa berjalan sendirian. Perlu dukungan dari masyarakat dan lintas Kementerian/Lembaga yang memiliki tusi (tugas dan fungsi) serupa soal Pancasila. Namun kembali, ego sektoral harus dipinggirkan. 

Baca juga : Pendidikan Karakter dan Masa Depan Generasi Bangsa

Tak kalah penting, bagaimana anggaran pembumian Pancasila dikelola tepat guna untuk menyasar generasi muda lewat pendidikan. Salah satunya yang sudah proven, yaitu lewat gerakan Pramuka. Sudah terbukti puluhan tahun, dan saya saksinya sebagai orang Pramuka. 

Terkait Pancasila, BPIP, dan Pramuka, sudah sedikit disinggung saat saya menjadi Wakil Ketua Komisi X DPR. Kala itu, saya mendorong Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) untuk menghidupkan kembali mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) bagi semua lapisan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Hal itu juga menjadi keinginan BPIP, yang ingin menjadikan Pancasila sebagai mata ajar wajib. Saya mendukung, selama pelajaran itu bersifat penanaman karakter dan bukan pemaksaan. Hanya saja, saya menyarankan kalau untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), namanya bukan pendidikan Pancasila, tapi Cinta Negeri. Alasannya, anak-anak usia dini harus selalu dalam keadaan belajar dan bermain, bukan didoktrin. 

Bagi saya, pendidikan Pancasila sangat penting untuk membina akhlak penerus bangsa. Terlebih, anak-anak kita sedang dalam darurat moral. Terlihat dari tingginya angka kasus bullying, kekerasan, kenakalan, dan ketidaksopanan di sekolah. Tidak ada pilihan lain, untuk mencegahnya sejak dini melalui rumusan dasar Pancasila. Semua itu yang paling tepat ada dalam Pramuka. Hal ini sudah sempat saya tawarkan ke Kepala BPIP untuk bekerja sama dengan Pramuka. Tidak perlu bentuk lain. 

Baca juga : Dubes Malaysia Mohamed Hasrin Promosi Pendidikan & Wisata Lewat MyEduTour

Jadi, di dalam Pramuka itu ada nilai-nilai Pancasila. Di antaranya, Dwi Satya. Yaitu, menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menurut aturan keluarga serta setiap hari berbuat kebaikan.

Kemudian, ada Dasa Dharma Pramuka. Yakni sepuluh aturan atau pedoman moral yang menjadi dasar bagi anggota Gerakan Pramuka dalam bertingkah laku dan berperilaku sehari-hari. Dasa Dharma ini merupakan bagian dari Kode Kehormatan Pramuka, yang juga mencakup Trisatya. Dasa Dharma Pramuka tidak hanya sekadar hafalan, tetapi juga harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap anggota Pramuka, dari tingkat siaga hingga pandega. 

Nah, ketika Pramuka semakin hidup dan digelorakan maka Pancasila semakin diterima dan dijalankan generasi muda. Selama puluhan tahun, anak-anak Pramuka ini rata-rata lurus. Mungkin yang menyimpang ada, tapi sudah dipengaruhi oleh organisasi lainnya. 

Baca juga : Dari SPMB yang Adil Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

*Penulis adalah Wakil Ketua Komisi II DPR serta mantan (Wakil  Gubernur Jawa Barat, Wakil Ketua Komisi X dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.