Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Usulkan Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun
Kementan Diminta Cermat Susun Target Cetak Sawah
Selasa, 8 Juli 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR mengingatkan Kementerian Pertanian (Kementan) agar lebih cermat menyusun target program cetak sawah tahun 2026 agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Pasalnya, realisasi program serupa tahun ini baru mencapai 5 persen dari target 225 ribu hektare.
Untuk tahun 2026, Kementan mengusulkan tambahan anggaran hingga Rp 10 triliun untuk mencetak sawah seluas 300 ribu hektare pada 2026.
"Jangan sampai perencanaan yang tidak matang akan berdampak pada pemborosan," kata anggota Komisi VI DPR Ananda Tohpati dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Baca juga : Kopdes Merah Putih Diawasi Jaksa Dan KPK
Selain itu, Tohpati mendukung rencana Kementan mengembangkan 12 komoditas strategis, seperti budi daya gandum, bawang putih, dan komoditas lain yang selama ini masih diimpor. Rencana pengembangan komoditas tersebut harus terukur mengingat topografi dan iklim Indonesia berbeda jauh dari habitat asli komoditas pertanian tersebut.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan produksi beras. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton lebih dan tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Selain itu, produksi beras saat ini mencapai 24,96 juta ton dengan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Juni 2025 juga mencapai 121,72.
Hanya saja, dia menyesalkan NTP yang harusnya menjadi indikator kesejahteraan petani, justru bertolak belakang dengan nasib petani. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, dari total 27,8 juta rumah tangga petani di Indonesia, hampir separuhnya, yaitu sebesar 47,34 persen adalah rumah tangga miskin.
Baca juga : PDIP Sarankan Ketua DPR Segera Bertemu Presiden
"Ini artinya NTP belum menjadi potret sebenarnya kesejahteraan petani. Sayangnya, Kementan tidak memasukkan target NTP secara spesifik dalam rencana kerja tahun 2026, namun hanya memasukkan target produksi dan hasil," bilangnya.
Karena itu, Fraksi NasDem mendesak Kementan memasukkan NTP sebagai salah satu target Kementan tahun 2026. Peningkatan NTP ini penting agar petani tidak hanya menjadi objek untuk mencapai target target produksi.
"Kesejahteraan petani juga harus menjadi target dan harus dicapai kementan. Selain itu, perencanaan program tahun depan harus matang dan tajam agar tambahan anggaran tidak menjadi ruang pemborosan," tambahnya.
Baca juga : Karding Gandeng UPI Dirikan Migrant Center
Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti ketidaksinkronan antara target Kementan dan Bappenas. Dia menyebut, Bappenas menargetkan produksi padi sebesar 54,85 juta ton dan cetak sawah 665 ribu hektare (khusus Papua Selatan).
Sementara, target Kementan ada di bawahnya, 33,8 juta ton produksi padi dan 300 ribu hektare cetak sawah di Papua Selatan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya