Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Mari kita semua ikut mengawasi dan mendukung Bulog agar penugasan penyerapan seimbang dengan penugasan penyalurannya,” ucap anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso mengungkap, cadangan CBP yang terlalu tinggi memunculkan risiko kerugian negara akibat banyaknya beras turun mutu. Penurunan mutu ini karena terlalu lama disimpan di gudang dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun.
“Itu berasnya sudah pada nggak karuan loh. Perhitungan saya disposal tahun ini bisa lebih dari 100 ribu ton,” ucapnya.
Baca juga : Kementerian Dan Lembaga Wajib Gunakan SiKopdes
Dia menyebut, beras-beras yang turun mutu ini mayoritas berasal dari sisa impor tahun 2024, namun tak kunjung dikeluarkan dari penyimpanan. Usia beras tersebut bisa lebih lama jika dihitung dengan saat beras berada di negara lain sebelum masuk Indonesia.
“Bisa-bisa jadi hampir dua tahun. Beras selama itu sudah sangat tidak layak sebenarnya dikonsumsi,” tegasnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, proses penyaluran beras impor yang tersimpan di gudang milik mereka sudah mengikuti sistem FIFO untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan.
Baca juga : Muhammadiyah Dukung Kapolri Proses Hukum Anak Buahnya
Sebelum dipasarkan, beras diperiksa ketat, termasuk kebersihan, kemungkinan kutu, hingga uji kelayakan konsumsi, demi memastikan produk aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Setelah melewati pemeriksaan, beras dibersihkan, dikemas, kemudian disalurkan melalui berbagai skema distribusi, termasuk bantuan pangan serta program SPHP.
“Sekarang tinggal sedikit. Sudah dipakai sama bantuan pangan, dipakai untuk SPHP, kan sudah habis banyak itu,” terangnya. PYB
Baca juga : Legitimasi Tinggi Harus Sejalan Dengan Kinerja
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 30 Agustus 2025 dengan judul "Bisa Rusak Jika Disimpan Kelamaan, Salurkan Beras Cadangan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya