Dark/Light Mode

Harga Beras Mulai Turun

Pemerintah Harus Tetap Gencarkan Operasi Pasar

Rabu, 10 September 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR Jaelani. (Foto: Dok. DPR RI).
Anggota Komisi IV DPR Jaelani. (Foto: Dok. DPR RI).

 Sebelumnya 
"Pemerintah seharusnya dapat mengendalikan harga beras di setidaknya 60 persen daerah di Pulau Jawa," desak Riyono dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).

Riyono menilai, keterlambatan penyaluran beras karena Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi penyebab utama, sehingga mengakibatkan lonjakan harga di pasaran.

Selain itu, Riyono mengkritik keputusan Pemerintah yang justru menghentikan penyaluran beras SPHP saat panen raya, sehingga menyebabkan harga beras melonjak.

Baca juga : Perizinan Nakes Menjadi Lebih Cepat Dan Ringkas

"Jadi Pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman dan tidak mengulang kesalahan yang sama," kata politikus PKS ini, mengingatkan.

Dia berpendapat, harga komoditas pangan strategis seperti beras seharusnya dikendalikan sepenuhnya oleh negara, mirip dengan bagaimana Pemerintah mengendalikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bulog berhasil menekan harga beras secara signifikan melalui operasi pasar besar-besaran yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga : Ucapkan Ultah, Gibran Hormat ke SBY

"Pemerintah berkomitmen penuh menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau," tegas Amran dalam keterangannya, Senin (9/9/2025).

Salah satu langkah nyata, kata Amran, adalah penyaluran beras SPHP secara masif yang terbukti efektif meredam lonjakan harga. Operasi pasar ini adalah wujud nyata kehadiran Pemerintah untuk melindungi rakyat. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Rabu, 10 September 2025 dengan judul "Harga Beras Mulai Turun Pemerintah Harus Tetap Gencarkan Operasi Pasar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.