Dark/Light Mode

Eddy Soeparno: Indonesia Mampu Menjadi Global Climate Change Leader

Sabtu, 13 September 2025 08:16 WIB
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno (kiri) di acara Event Katadata SAFE (Sustainable Action fo the Future Economi) 2025 di Jakarta, Kamis (13/9/2025). (Foto: Dok. MPR Ri)
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno (kiri) di acara Event Katadata SAFE (Sustainable Action fo the Future Economi) 2025 di Jakarta, Kamis (13/9/2025). (Foto: Dok. MPR Ri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengungkapkan Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi global climate change leader atau mengambil inisiatif kepemimpinan global untuk mencegah dampak krisis iklim.

Hal ini disampaikan Eddy saat menjadi narasumber Event Katadata SAFE (Sustainable Action fo the Future Economi) 2025 dengan tema “Road to COP30: Elevating Indonesia’s Leadership in Global Climate Action” Flagship di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Doktor Ilmu Politik UI ini menyebutkan Indonesia bisa menjadi global climate change leader karena memiliki semua potensi mulai dari sumber energi terbarukan, hutan tropis dan kekayaan sumber daya alam maupun energi terbarukan yang berlimpah.

“Kita bisa memberikan bukti upaya sungguh-sungguh yang dilakukan Indonesia untuk membangun energi terbarukan. Kita akan membangun sumber energi terbarukan sebesar 69,5 gigawatt, dan 75 persen di antaranya adalah sumber energi terbarukan,” ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025) 

Baca juga : IIF Raih Penghargaan Indonesia Green & Sustainable Companies Award 2025

Eddy juga menyampaikan, strategi diplomasi Presiden Prabowo telah menempatkan Indonesia dalam posisi strategis dalam geopolitik global.

"Posisi Indonesia yang saat ini strategis baik di BRICS maupun di negara-negara G20 menjadi modal penting untuk menjadi global climate change leader," ujarnya. 

Waketum PAN ini, Biodiversity Indonesia merupakan aset yang besar. Indonesia memiliki hutan tropis dengan luas sekitar 127 juta hektar, lahan gambut 7,5 juta hektar, mangrove seluas 3,3 juta hektar.

Ditambah lagi Indonesia juga memiliki poteni Carbon Capture Storage (CCS) yang sangat besar.

Baca juga : Eddy Soeparno Tegaskan Indonesia Siap Jadi Hub CCS-CCUS Di Asia Lewat Kolaborasi

“(Potensi) Ini harus kita tampilkan. Kapan showcase terbaik? Yaitu pada saat penyelenggaraan COP30 di Belem, Brazil November mendatang,” katanya.

“Belem adalah pintu masuk menuju hutan Amazon. Di sisi lain Hutan tropis Indonesia memiliki potensi yang juga besar dalam mencegah dampak perubahan iklim dan ini perlu kita angkat pada COP30,” tutur Eddy.

Eddy menambahkan untuk menjadi global leader dalam krisis iklim, Indonesia harus memiliki agenda setting dan memberikan contoh yang nyata.

Salah satu contoh yang bisa diberikan adalah upaya Indonesia untuk menanggulangi krisis sampah.

Baca juga : Hadir Di Indonesia, SESERA Hadirkan Air Minum Higienis Langsung Dari Keran

Eddy mengatakan, setiap tahun Indonesia memproduksi 56 juta ton sampah. Dari jumlah itu 40 persen bisa dikelola, sedangkan sisanya 60 persen tidak terkelola, di antaranya ada di ruang publik seperti bantaran kali dan lokasi-lokasi milik masyarakat lainnya.

Menurutnya, upaya yang saat ini dilakukan pemerintah dan saya juga terlibat di dalamnya adalah memfasilitasi pemerintah daerah mengatasi masalah sampah, mendorong revisi UU Pengelolaan Sampah, dan Menyusun revisi dan integrasi Perpres tentang sampah menjadi energi atau Waste to Energy.

"Jika ini berhasil maka bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk mengikuti upaya Indonesia mengatasi masalah sampah," pungkas Eddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.