Dark/Light Mode

Puteri Komarudin: Dampak Shutdown AS Bisa Bikin Rupiah Menguat

Senin, 6 Oktober 2025 09:27 WIB
Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin. (Foto: DPR)
Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin. (Foto: DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin menilai, penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat (shutdown) justru bisa membawa berkah bagi Indonesia. Menurut politisi Golkar ini, pelemahan dolar AS akibat shutdown berpotensi membuat rupiah menguat, seperti yang pernah terjadi pada 2018. 

“Pastinya, penutupan pemerintahan AS akan berdampak pada ketidakpastian global. Namun, kalau dilihat sejauh ini, dampak ke perekonomian Indonesia masih terbatas. Hal ini tercermin dari nilai tukar rupiah yang terjaga stabil di kisaran Rp 16.600 per dolar Amerika,” kata Puteri, dalam keterangannya, Senin (6/10/2025). 

Baca juga : Menlu Sugiono: Diplomasi Dan TNI Tak Mungkin Bisa Dipisahkan

Puteri menambahkan, pelemahan dolar AS justru dapat membuka peluang bagi penguatan nilai tukar rupiah. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada periode penutupan pemerintahan AS tahun 2018 lalu. "Bisa saja rupiah nantinya berpotensi menguat akibat pelemahan dolar," ujarnya. 

Kendati demikian, politisi partai Golkar itu mengingatkan dinamika ekonomi global tetap perlu diantisipasi secara serius.

Baca juga : Amerika Shutdown, Airlangga Pastikan Tidak Ngefek Ke Kita

“Karena itu, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan LPS perlu terus memantau perkembangan terkini secara cermat, dan memastikan koordinasi kebijakan tetap solid agar stabilitas ekonomi dan keuangan nasional dapat terus terjaga,” tegasnya.

Diketahui, Pemerintah Amerika Serikat mengalami shutdown sejak 1 Oktober 2025 pukul 00.01 waktu setempat. Penghentian operasional pemerintahan federal ini menyebabkan gaji ratusan ribu pegawai tak dibayar dan pemasukan negara menjadi berkurang.

Baca juga : Film Komedi Jadi Tuh Barang Hadirkan Humor Segar dan Kisah Mengharukan

Bagi orang Amerika, situasi ini terasa deja vu. Fenomena ini bukan yang pertama di era Presiden Donald Trump. Shutdown kali ini menjadi penutupan keempat operasional pemerintahan di era Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.