Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Durian Ilegal Marak Beredar
Importir Nakal Untung, Petani Lokal Dirugikan
Rabu, 15 Oktober 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Labib menegaskan, praktik impor ilegal bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap ekonomi nasional. Importir nakal ini harus ditindak tanpa pandang bulu. Sebab jika dibiarkan, mereka akan terus merusak ekosistem perdagangan dan mengorbankan pelaku usaha lokal yang jujur. "Kita harus tegas, karena ini menyangkut masa depan ekonomi rakyat,” tandas legislator asal Lamongan ini.
Sementara, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octaria mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan untuk mencegah masuknya durian impor dari Malaysia. "Kami mengawasi alur keluar masuk produk pertanian impor, baik yang berangkat dari Batam via pesawat ataupun kontainer via Pelabuhan Batu Ampar, bahkan pengeluaran via Telaga Punggur," kata Evi di Batam, Selasa (14/10/2025).
Baca juga : Aturan Rumah Subsidi Dibuat Lebih Manusiawi
Bahkan, untuk meningkatkan pengawasan masuknya produk pertanian ilegal dari luar negeri, kata Evi, Bea Cukai Batam telah melaksanakan diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) terarah dengan sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di Batam. Melalui FGD, harap Evi, produk yang tidak sesuai atau tidak dilengkapi dokumen lengkap pasti tidak bisa keluar dari Batam. "FGD kami laksanakan pada awal Oktober lalu," kata dia.
Terkait maraknya peredaran durian ilegal asal Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui jalur Batam, Riau, dan Jakarta, Evi mengatakan temuan tersebut tidak spesifik asalnya, apakah dari jalur laut atau bandara. "Jadi kami melakukan pengetatan di semua jalur yang mungkin digunakan oleh para pengambil keuntungan yang ilegal," kata dia.
Baca juga : KemenPPPA Perluas Literasi Keuangan Bagi Perempuan
Namun, Evi mengakui belum menemukan indikasi adanya penyelundupan durian impor ilegal dari Malaysia di Batam. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Rabu, 15 Oktober 2025 dengan judul "Durian Ilegal Marak Beredar, Importir Nakal Untung, Petani Lokal Dirugikan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya