Dark/Light Mode

Gus Jazil: Indonesia Makmur Bila Santrinya Sejahtera dan Berdaya

Senin, 10 November 2025 07:58 WIB
Foto: PKB.
Foto: PKB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi PKB sekaligus Pendiri Islam Nusantara Center (INC), Jazilul Fawaid menegaskan, masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pesantren dan generasi santri.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara puncak Penganugerahan Santri of The Year 2025 yang digelar pada Minggu, 9 November 2025 di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI.

Acara ini diselenggarakan oleh INC bekerja sama dengan DPR/MPR RI dan Majelis Pesona, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan 2025.

“Saya yakin Indonesia akan makmur apabila santrinya makmur. Saya yakin Indonesia akan berkah kalau menghargai perjuangan kiai dan pesantren,” tegas Gus Jazil, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Menurutnya, pesantren merupakan kekuatan sosial-historis yang telah membangun peradaban bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Sebelum Indonesia merdeka, pondok pesantren sudah berdiri dan dibangun oleh para santri serta kiai, tanpa keterlibatan negara,” ujar Wakil Ketua MPR RI periode 2019–2024 itu.

Gus Jazil juga meminta agar keberpihakan negara terhadap pesantren diwujudkan secara nyata, bukan sekadar simbolik.

“Kami menitipkan amanah kepada para legislator agar perhatian dan distribusi anggaran negara juga diberikan kepada pesantren. Jika kita berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, kekayaan bumi, air, dan udara dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah pesantren, jauh sebelum ada Pasal 33, para kiai sudah menerapkannya dengan memberikan seluruh kekayaannya untuk mendidik masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, titik gravitasi perkembangan Islam dunia kini bergerak ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena itu, santri harus berani mengejar keunggulan baru di bidang teknologi digital, hubungan internasional, bisnis global, serta pengelolaan sumber daya alam.

“Santri of The Year ini hanyalah pemicu, cara kita mengingatkan bahwa santri memiliki kontribusi strategis bagi kemajuan bangsa dan umat,” tambahnya.

Baca juga : PCTA Indonesia-Polri Satukan Spirit Nasionalisme Lewat Konser dan Pameran

Gus Jazil juga menekankan pentingnya peran santri dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia.

“Setiap tahun kita menggelar Santri of The Year untuk mengingatkan bahwa Republik ini lahir salah satunya karena kontribusi pesantren. Santri punya peran besar di berbagai bidang kehidupan, dan peran itu harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Ia menyoroti perlunya peningkatan dukungan negara terhadap ekosistem pesantren.

“Negara sudah memberikan apresiasi lewat UU Pesantren, tetapi anggaran untuk pesantren masih sangat kecil dibanding kebutuhan riil. Kita berharap hadirnya Dirjen Pesantren dapat memperkuat perjuangan ini,” ujarnya.

Gus Jazil juga menegaskan bahwa peradaban Islam global kini banyak dipengaruhi oleh Islam Indonesia. Karena itu, menurutnya, santri harus berani beradaptasi dengan era digital dan kemajuan teknologi.

“Teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kiai hari ini harus menguasai digital. Kekeramatan kiai terdahulu harus kita wujudkan dengan ilmu dan teknologi yang relevan saat ini, yaitu teknologi digital,” pesannya.

Di akhir sambutan, Gus Jazil menyampaikan terima kasih kepada Islam Nusantara Center (INC), Majelis Pesona, dan seluruh panitia Santri of The Year 2025.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut agar kita mampu melanjutkan perjuangan dan cita-cita pesantren,” katanya.

Sementara itu, Direktur INC, Aly Taufiq, menjelaskan bahwa penentuan penerima penghargaan tahun ini tidak lagi melalui polling publik, melainkan seleksi berbasis riset dan rekomendasi tokoh masyarakat.

“Tim pakar dan dewan pakar INC memiliki kewenangan penuh dalam menentukan penerima penghargaan di setiap kategori,” jelas Aly Taufiq.

Baca juga : Kornas Kawan Indonesia Nilai Soeharto Layak Dihargai

Berikut Daftar Penerima Penghargaan Santri of The Year 2025:

1. Santri Inspiratif Bidang Seni & Budaya: Didin Sirojuddin AR (Sukabumi) — Maestro Kaligrafi, PP Darussalam Gontor

2. Santri Inspiratif Bidang Dakwah: Gus Muwafiq

3. Santri Inspiratif Bidang Pendidikan: Prof. Dr. Muhammad Ishom Elsaha, Rektor UIN Sultan Hasanuddin Banten

4. Santri Inspiratif Bidang Wirausaha: Said Aqil, Pengusaha Kapal (Tegal, Jawa Tengah)

5. Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Nasional: Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

6. Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Daerah: dr. Jihan Nurlela Chalim, M.M. (Wakil Gubernur Lampung)

7. Santri Legislator Inspiratif: Cucun Ahmad Syamsurijal

8. Santri Milenial Inspiratif: Edi Arianto (Mas Owdy), Blogger/Youtuber Sholawat, GP Ansor Sidoarjo

9. Santri Bhayangkara Inspiratif: Komjen Pol Ahmad Dofiri (Indramayu, Jawa Barat)

Baca juga : Tito Karnavian Yakin Indonesia Mampu Jadi Negara Maju 2045

10. Santri Nayaka Inspiratif: Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman (Bandung, Jawa Barat)

11. Santri Penggerak Perempuan Inspiratif: Anggia Ermarini

12. Santri Dhyaksa Inspiratif: Setia Untung Arimuladi (Wakil Jaksa Agung RI 2020–2022)

13. Santri Diplomat Inspiratif: Dr. KH Agus Maftuh Abegebriel (Dubes Arab Saudi 2016–2021)

14. Pesantren Salaf Inspiratif: PP Asadiyah Pusat, Wajo (Sulawesi Selatan)

15. Pesantren Modern Inspiratif: Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon (Jawa Barat)

16. Pesantren Entrepreneur Inspiratif: PP Darul Fallah, Bogor (Jawa Barat)

17. Pesantren Takhasus Inspiratif: PP Madrasatul Qur'an, Tebuireng Jombang (Jawa Timur)

18. Pahlawan Santri: Guru Mansur, Pekojan Jakarta

19. Santri Mengabdi Sepanjang Hayat: KH Zaini Munim, Pendiri Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (Jawa Timur).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.