Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Beniyanto Dorong Penguatan Tata Kelola Industri Nikel Morowali
Kamis, 19 Februari 2026 16:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR Beniyanto Tamoreka menekankan pentingnya penguatan tata kelola industri nikel nasional, khususnya di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, agar proses hilirisasi berjalan sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan industri nikel telah menjadi episentrum pengembangan mineral strategis Indonesia sehingga membutuhkan pengawasan yang kuat serta keseimbangan antara kepentingan investasi dan kepentingan nasional.
Beniyanto menyampaikan, hilirisasi nikel merupakan bagian penting dari strategi transformasi ekonomi dan transisi energi nasional.
Baca juga : Penanganan Peningkatan Tuberkulosis di Malaysia
Namun, percepatan pembangunan smelter dan ekosistem industri harus diiringi prinsip tata kelola yang transparan, persaingan usaha yang sehat, serta kepastian regulasi bagi seluruh pelaku usaha.
“Morowali telah berkembang menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di dunia. Karena itu, negara perlu memastikan bahwa ekosistem industri yang terbentuk tetap terbuka, kompetitif, dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional maupun daerah,” ujar legislator daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu.
Ia menilai, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengawasan struktur industri, serta peningkatan standar keberlanjutan menjadi faktor kunci agar hilirisasi tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga kualitas tata kelola dan nilai tambah jangka panjang.
Baca juga : Transformasi Chandra Asri Perkuat Industri Nasional
Dalam konteks tersebut, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan hilirisasi berjalan seimbang antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Beniyanto mengingatkan bahwa posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis global harus diiringi strategi nasional yang kuat.
Penguatan tata kelola kawasan industri nikel dinilai bukan hanya isu daerah, tetapi bagian dari upaya menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika geopolitik energi dan persaingan global sektor baterai dan kendaraan listrik.
Baca juga : Legislator Dorong Pemerintah Data Logam Tanah Jarang Indonesia
Komisi XII DPR, lanjutnya, mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas iklim investasi sekaligus memastikan hilirisasi nikel berjalan adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya