Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bambang Patijaya Dukung Langkah Menteri ESDM Mitigasi Pasokan Migas Nasional
Rabu, 4 Maret 2026 16:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya, menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan minyak dan gas dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut Bambang, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen suplai minyak global melewati kawasan tersebut.
Oleh karena itu, apabila jalur tersebut terganggu atau bahkan ditutup akibat konflik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga oleh negara pengimpor energi seperti Indonesia.
Baca juga : Pemangku Hak Ulayat Dan Warga Dukung Investasi Tambang PT DPM Di Dairi
Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas energi dari kawasan Timur Tengah, termasuk crude oil serta LPG dari Arab Saudi.
Ketergantungan terhadap jalur pasokan tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar stabilitas pasokan energi domestik tetap terjaga apabila terjadi gangguan distribusi global.
“Kami mendukung langkah Menteri ESDM yang telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional. Dalam situasi geopolitik global yang dinamis, upaya antisipatif seperti ini sangat penting agar ketahanan energi Indonesia tetap terjaga,” ujar Bambang.
Baca juga : Bambang Patijaya Usul Penerima HGBT Divaluasi agar Tepat Sasaran
Menurutnya, pemerintah tidak bisa berspekulasi mengenai berapa lama potensi gangguan di Selat Hormuz dapat berlangsung, sehingga langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini.
Ia menilai, diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu opsi penting agar Indonesia memiliki fleksibilitas dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperluas sumber pasokan minyak dan gas dari negara-negara lain yang secara geopolitik lebih stabil, termasuk dari Amerika Serikat maupun negara produsen lain yang memiliki jalur distribusi lebih aman,” lanjutnya.
Baca juga : PLN Icon Plus Raih Dua Penghargaan Bergengsi Digital Nasional 2026
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa stok crude oil nasional saat ini berada pada kisaran sekitar 21 hari dan masih dalam kondisi aman.
Namun demikian, ia menilai situasi geopolitik global yang dinamis menuntut pemerintah untuk tetap melakukan langkah antisipatif guna memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri.
“Stok saat ini memang masih aman, tetapi mitigasi tetap perlu disiapkan sejak dini. Ketahanan pasokan migas sangat penting karena menyangkut stabilitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat,” tutup legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya