Dark/Light Mode

Lestari Moerdijat: Kesehatan Mental Harus Menjadi Bagian Dari Kurikulum Nasional

Sabtu, 11 April 2026 16:14 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional.

Kondisi darurat kesehatan mental pada anak dan remaja saat ini menuntut langkah nyata dan terintegrasi dari semua pihak.

"Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4)/2026).

Baca juga : Seskab Teddy Tegaskan Stabilitas Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Data Kementerian Kesehatan pada awal 2026 menunjukkan sekitar 5 persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.

Temuan ini diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Maret 2026 yang menyatakan satu dari sepuluh anak Indonesia menghadapi indikasi masalah kesehatan jiwa.

Dari sekitar 7 juta anak yang diskrining, 363.326 anak (4,8 persen) menunjukkan gejala depresi dan 338.316 anak (4,4 persen) mengalami gejala kecemasan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen anak dan remaja yang mendapatkan penanganan profesional.

Baca juga : PHE Gandeng Media Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menilai, sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja dalam beberapa bulan terakhir—seperti anak membunuh ibu di Sumbawa, NTB, dan di Semarang, Jawa Tengah—bukanlah anomali.

"Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri," ujar Rerie.

Anggota Komisi X DPR RI menambahkan, kesehatan mental harus menjadi bagian inti dalam kurikulum nasional.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Data Terkini Penting Hadirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik

Rerie mengungkapkan bahwa anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan dengan tekanan yang semakin kompleks, namun belum sepenuhnya dibekali kemampuan untuk memahami dan mengelolanya.

"Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental," ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Menurut Rerie, diperlukan komitmen kuat dan langkah nyata dari para pemangku kepentingan agar mampu mewujudkan mekanisme tepat yang melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.