Dark/Light Mode

Perpanjangan Dana Otsus Aceh Harus Disertai Perbaikan Tata Kelola

Selasa, 14 April 2026 12:12 WIB
Anggota Komisi II DPR Azis Subekti. Foto: DPR
Anggota Komisi II DPR Azis Subekti. Foto: DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Aceh dinilai perlu disertai perbaikan tata kelola agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam konteks pemulihan pascabencana.

Anggota Komisi II DPR Azis Subekti menyampaikan kebijakan perpanjangan dana otoritas khusus (Otsus) merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu daerah yang tengah berjuang memulihkan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Azis menyusul adanya usulan perpanjangan Dana Otsus Aceh yang akan berakhir pada 2027 nanti. Azis meminta agar perpanjangan data otsus harus diperhatikan secara matang. Terutama dalam konteks pemulihan pasca-bencana.

"Perpanjangan dana otsus untuk Aceh pasca-bencana adalah kebijakan yang sulit ditolak secara moral. Negara harus terus terlibat untuk daerah yang sedang berjuang memulihkan rumah-rumah yang runtuh, infrastruktur yang rusak, layanan publik yang lumpuh, dan denyut ekonomi yang terpukul. Artinya, keberpihakan fiskal bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara," kata Azis, dalam keterangannya, Selasa (14/4/2025).

Namun, Azis mengingatkan besarnya alokasi anggaran tidak otomatis menghasilkan perubahan signifikan di lapangan.

Baca juga : Pesan Prabowo Ke Ketum IPSI Baru: Bawa Pencak Silat Ke Olimpiade

“Pengalaman selama ini menunjukkan peningkatan anggaran tidak selalu diikuti percepatan kesejahteraan masyarakat,” nilai Azis.

Menurut politisi partai Gerindra itu, pembahasan perpanjangan Dana Otsus Aceh tidak boleh hanya berfokus pada besaran dana dan masa berlaku, tetapi harus menitikberatkan pada kualitas tata kelola.

Dalam rapat bersama Komisi II DPR pada 13 April 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan dana otsus harus memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

Azis menilai, pernyataan tersebut menegaskan tantangan utama Dana Otsus Aceh tidak hanya pada jumlah anggaran, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan dan arah penggunaannya.

Ia mengungkapkan, meski Aceh telah menerima dana otsus dalam jumlah besar selama hampir dua dekade, sejumlah indikator pembangunan masih menghadapi tantangan. Misalnya tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, pengangguran, serta ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

Baca juga : Desak Iran Buka Selat Hormuz, Trump: Seluruh Peradaban Akan Mati Malam Ini

Karena itu, ia menilai perpanjangan dana otsus harus dimaknai sebagai momentum evaluasi dan koreksi kebijakan, bukan sekadar kelanjutan administratif.

Azis menekankan, tambahan dana pascabencana harus difokuskan pada kebutuhan mendesak, antara lain pembangunan kembali infrastruktur dasar, pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan, penguatan mitigasi bencana, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

“Dana ini tidak boleh kembali terserap ke dalam belanja rutin birokrasi atau program seremonial yang minim dampak,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perubahan pola pengawasan. Selama ini, keberhasilan program kerap diukur dari tingkat serapan anggaran, bukan dampak nyata bagi masyarakat.

Ke depan, ia mendorong agar pengawasan Dana Otsus berbasis pada hasil dan dampak pembangunan, dengan indikator utama berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga : Penyelesaian Kasus Teror Air Keras Aktivis Diminta Lewat Peradilan Umum

Di sisi lain, transparansi dinilai menjadi fondasi penting dalam pengelolaan dana otsus. Menurutnya, publik berhak mengetahui secara terbuka penggunaan anggaran, mulai dari proyek, lokasi, pelaksana, hingga progres pelaksanaan.

“Tanpa transparansi, dana publik berpotensi menimbulkan kecurigaan dan menggerus kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Azis menambahkan, perpanjangan Dana Otsus Aceh tidak hanya menyangkut keberlanjutan skema fiskal, tetapi juga komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperbaiki tata kelola kebijakan tersebut.

“Aceh membutuhkan dukungan fiskal untuk pulih, tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan dukungan itu benar-benar diubah menjadi kemajuan nyata,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.